PT Agung Karya Sejati Cirarab, Tangerang: Geolistrik Akuifer Langka
PT Agung Karya Sejati di Cirarab, Tangerang, membutuhkan sumber air tanah untuk keperluan operasional. Sebelum pengeboran dilakukan, pihak perusahaan memilih untuk melakukan deteksi air tanah terlebih dahulu agar tidak salah titik. Tim kami tiba di lokasi pada 17 September 2026, di koordinat -6.322972, 106.579806, elevasi 49 mdpl. Dari data geologi yang kami kaji sebelum pengukuran, kondisi bawah tanah di kawasan Cirarab ini ternyata menyimpan tantangan yang perlu dipahami sejak awal.
Tangerang bagian barat memang tidak selalu punya karakter geologi yang seragam. Di beberapa lokasi, lapisan aluvial muda mendominasi, tapi di titik tertentu seperti di Cirarab ini, batuan yang lebih tua dan lebih kompak muncul ke permukaan proses geologi.
Batuan Volkanik Tersier: Tantangan Nyata di Bawah Lahan
Lapisan bawah tanah di lokasi PT Agung Karya Sejati tersusun dari batuan volkanik berumur Tersier, terdiri dari tufa batuapung, konglomerat, dan breksi andesit. Ketiga jenis batuan ini terbentuk dari material hasil aktivitas gunungapi yang sudah mengalami konsolidasi dan litifikasi dalam waktu sangat panjang. Breksi andesit khususnya dikenal sebagai batuan yang sangat kompak dan sulit ditembus air secara merata.
Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong langka. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi, yang bisa terjadi karena adanya zona rekahan lokal di antara blok-blok batuan. Perkiraan debit yang realistis hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun hanya di zona tertentu yang secara lokal lebih prospektif. Tidak setiap titik bor di area ini akan menghasilkan air yang cukup.
Gambaran seperti ini yang kami sampaikan kepada klien sejak awal, karena di kondisi geologi seperti ini di Tangerang, kejujuran soal potensi jauh lebih berguna daripada ekspektasi yang tidak realistis.
Proses Pengukuran Lapangan
Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan pengukuran di lokasi ini. Alat ini menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang tanah 2D dan 3D yang tersedia otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan keras seperti breksi andesit dan tufa batuapung yang pola resistivitasnya tidak selalu seragam, interpretasi data memerlukan pengalaman lapangan yang cukup untuk menghindari kesimpulan yang menyesatkan.
Proses pengukuran di lahan PT Agung Karya Sejati berjalan sesuai prosedur. Data yang masuk menunjukkan dominasi nilai resistivitas tinggi yang konsisten dengan karakter batuan volkanik Tersier, dengan beberapa anomali lokal yang menjadi fokus analisis lebih lanjut oleh tim.

Rekomendasi dan Informasi Biaya Geolistrik Tangerang
Berdasarkan analisis data, tim mengidentifikasi zona yang menunjukkan anomali resistivitas paling prospektif di seluruh area pengukuran. Titik pengeboran direkomendasikan pada zona tersebut, disertai laporan teknis yang menjelaskan kondisi geologi secara menyeluruh dan ekspektasi debit yang realistis. Keputusan akhir ada di tangan manajemen perusahaan, tapi setidaknya keputusan itu bisa diambil berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan.
Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Tangerang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Tarif itu mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.
Perusahaan atau fasilitas industri lain di Tangerang yang menghadapi kondisi geologi serupa dan ingin memastikan potensi air tanah sebelum mengeluarkan biaya pengeboran, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei geolistrik.