Geolistrik di Desa Ketumbiri Cigelis, Pandeglang: Akuifer Langka

Laporan Survei · 17 Sep 2026

Desa Ketumbiri Blok Tela di wilayah Cigelis, Pandeglang, menjadi salah satu lokasi survei yang paling menantang secara geologi yang pernah kami tangani di Banten. Tim tiba di lokasi pada 15 September 2026, di koordinat -6.644889, 105.707361, elevasi 206 mdpl. Ketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut sudah memberi sinyal kuat sejak awal bahwa kondisi bawah tanah di sini tidak akan mudah.

Permintaan survei datang dari pihak yang ingin mengetahui potensi air tanah di area ini sebelum memutuskan apakah pengeboran layak dilakukan. Keputusan yang sangat tepat, seperti yang kemudian terbukti dari data lapangan.

Geologi Lokasi: Batuan Volkanik Tersier yang Sangat Kompak

Berbeda dari banyak lokasi di dataran rendah Pandeglang yang lapisannya didominasi endapan aluvial muda, area Ketumbiri Cigelis ini berada di atas batuan volkanik tua berumur Tersier Miosen. Litologi yang dijumpai terdiri dari breksi gunungapi, tuf, lava andesit-basal, dan kayu kersikan. Kehadiran kayu kersikan dalam susunan batuan ini cukup unik dan mengindikasikan proses silisifikasi material organik dalam kondisi hidrotermal di masa lampau.

Dari sisi potensi air tanah, kondisi ini sangat menantang. Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong langka. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi. Ini bisa terjadi karena batuan volkanik tua yang sudah sangat kompak dan masif pada umumnya hanya menyimpan air di zona rekahan lokal atau di celah-celah tertentu yang tidak menyebar luas. Perkiraan debit yang mungkin bisa diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun tidak ada jaminan setiap titik bor akan menemukannya.

Di sinilah survei geolistrik memainkan peran yang paling krusial: bukan hanya untuk menentukan titik terbaik, tapi juga untuk memberikan gambaran yang jujur dan berbasis data kepada klien tentang apa yang realistis bisa diharapkan di lokasi seperti Ketumbiri, Pandeglang ini.

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan volkanik tua seperti di Cigelis ini pola resistivitasnya sangat variatif dan menuntut interpretasi yang jauh lebih hati-hati.

Data Geolistrik di Desa Ketumbiri Cigelis, Pandeglang: Akuifer Langka

Proses pengukuran di lapangan berlangsung sesuai prosedur. Medan yang berbukit di elevasi tinggi Pandeglang selatan ini memang tidak semudah lahan datar, tapi tim berhasil menyelesaikan konfigurasi pengukuran dengan baik. Data yang masuk menunjukkan dominasi nilai resistivitas tinggi yang konsisten dengan karakter batuan masif Tersier, dengan sedikit variasi lokal yang menjadi bahan analisis lebih lanjut.

Rekomendasi Jujur dan Catatan Biaya

Berdasarkan analisis data, tim mengidentifikasi zona yang secara relatif menunjukkan anomali paling prospektif di seluruh area pengukuran. Titik pengeboran direkomendasikan pada zona tersebut, disertai penjelasan lengkap kepada klien tentang keterbatasan geologi yang ada. Laporan teknis diserahkan sebagai dasar keputusan, bukan sekadar formalitas.

Untuk informasi, tarif jasa geolistrik air tanah Pandeglang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Di area terpencil seperti Cigelis dengan medan yang tidak mudah dijangkau, biaya lapangan memang perlu diperhitungkan tersendiri.

Bagi warga atau pemilik lahan di Pandeglang selatan dan kawasan perbukitan lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam mencari sumber air, survei geolistrik tetap menjadi langkah paling bijak sebelum mengeluarkan biaya pengeboran yang tidak sedikit. Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.

← Kembali ke daftar artikel