Deteksi Air Tanah PT Aceh Timur Indonesia, Aceh Tamiang

Laporan Survei · Aceh Tamiang

PT Aceh Timur Indonesia di Rogoh, Aceh Tamiang, membutuhkan sumber air tanah untuk mendukung operasional mereka di lokasi ini. Sebelum pengeboran dilakukan, pihak perusahaan meminta tim kami melakukan survei geolistrik untuk memetakan kondisi bawah tanah terlebih dahulu. Tim tiba di lokasi pada 25 September 2026, di koordinat 4.123167, 97.951917, elevasi 18 mdpl. Meski elevasinya rendah, kondisi geologi di area Rogoh, Aceh Tamiang ini ternyata menyimpan tantangan yang tidak segera terlihat dari permukaan.

Sebelum alat dipasang, tim mengkaji peta geologi regional area ini. Dan hasilnya memberi gambaran yang perlu disampaikan dengan jujur kepada klien sejak awal.

Batuan Padu Tersier: Kondisi Geologi yang Menantang

Berbeda dari banyak dataran rendah di Aceh yang lapisannya didominasi endapan aluvial muda, area PT Aceh Timur Indonesia di Rogoh ini berada di atas batuan padu berumur Tersier. Litologi yang dijumpai terdiri dari batupasir, batulumpur, serpih, dan konglomerat. Batuan-batuan ini sudah mengalami proses kompaksi dan litifikasi dalam waktu sangat panjang, mengubah material lepas menjadi massa batuan yang jauh lebih rapat dan padat.

Dari sisi potensi air tanah, kondisi ini cukup berat. Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong langka. Keterusan lapisannya rendah, dan kelulusannya rendah hingga sedang. Perkiraan debit yang mungkin diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun hanya di zona tertentu yang secara lokal lebih prospektif, bukan di sembarang titik di area ini. Tidak ada jaminan setiap lubang bor di lokasi seperti ini akan menghasilkan air yang cukup.

Inilah yang membuat survei geolistrik menjadi sangat penting di Aceh Tamiang, terutama di area dengan batuan Tersier seperti ini. Survei bukan hanya soal menentukan titik terbaik, tapi juga soal memberikan gambaran yang akurat dan realistis agar keputusan pengeboran bisa diambil dengan penuh pertimbangan.

Deteksi Air Tanah PT Aceh Timur Indonesia, Aceh Tamiang

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan deteksi air tanah di lokasi ini. Alat ini memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data pengukuran dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan padu seperti serpih dan batulumpur yang resistivitasnya relatif seragam, pembacaan data memerlukan ketelitian tinggi untuk mendeteksi anomali yang mengindikasikan zona lebih prospektif.

Proses pengukuran di lahan PT Aceh Timur Indonesia berlangsung sesuai prosedur. Data yang masuk menunjukkan pola resistivitas yang konsisten dengan karakter batuan padu Tersier, dengan sedikit variasi lokal yang menjadi fokus analisis lebih lanjut. Tim membaca setiap anomali dengan cermat untuk mencari zona rekahan atau permeabilitas lokal yang lebih baik.

Ilustrasi Deteksi Air Tanah PT Aceh Timur Indonesia, Aceh Tamiang

Rekomendasi dan Catatan Biaya Survei

Berdasarkan analisis data lapangan, tim mengidentifikasi zona yang menunjukkan anomali paling prospektif di seluruh area pengukuran. Titik pengeboran direkomendasikan di zona tersebut, dengan catatan yang jelas tentang keterbatasan geologi setempat dan ekspektasi debit yang realistis. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum pengeboran dilaksanakan.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Aceh Tamiang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, di luar transportasi dan akomodasi ke lokasi. Tarif itu mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.

Perusahaan, instansi, atau pihak lain di Aceh Tamiang yang menghadapi kondisi geologi serupa dan ingin mengetahui potensi air tanah sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei geolistrik.

← Kembali ke daftar artikel