Pabrik Es Alaska Walantaka, Kota Serang: Survei Geolistrik Air Tanah
Pabrik Es Alaska di Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, membutuhkan sumber air tanah yang bisa diandalkan untuk kebutuhan produksi. Pabrik es memang sangat bergantung pada pasokan air yang stabil dan memadai, jadi langkah yang diambil manajemen sudah tepat: survei geolistrik lebih dulu sebelum pengeboran dijadwalkan. Tim kami turun ke lokasi pada 25 September 2026, dengan titik pengukuran di koordinat -6.158397, 106.212222, elevasi 34 mdpl.
Sebelum alat dipasang, tim mengkaji kondisi geologi area Walantaka dan sekitarnya. Kawasan Kota Serang bagian timur seperti ini memang punya karakter geologi yang perlu dipahami lebih dulu sebelum membaca data lapangan.
Kondisi Akuifer Tufaan di Walantaka, Kota Serang
Lapisan bawah tanah di lokasi Pabrik Es Alaska tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari tufa, tufa batuapung, dan batupasir tufaan. Material seperti ini terbentuk dari endapan abu dan material piroklastik gunungapi yang sudah mengalami konsolidasi, dan punya karakteristik yang berbeda dari endapan aluvial biasa dalam hal menyimpan dan mengalirkan air tanah.
Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat hanya berkisar antara 0,5 hingga 3 liter per detik, dan sebarannya tidak merata di seluruh area. Untuk kebutuhan pabrik es yang memerlukan pasokan air kontinyu, angka ini memang terbatas, tapi masih bisa dimanfaatkan sebagai sumber pelengkap jika dikelola dengan baik dan pengeboran dilakukan di titik yang paling prospektif.
Kondisi akuifer seperti ini menegaskan pentingnya deteksi sumur bor yang akurat sebelum mengebor. Salah titik di jenis geologi tufaan seperti di Kota Serang ini bisa berarti sumur dengan debit sangat kecil yang tidak memenuhi kebutuhan produksi sama sekali.
Proses Pengukuran Lapangan
Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di lapisan tufaan dengan keterusan rendah seperti ini, pembacaan data memerlukan interpretasi yang cermat untuk membedakan zona produktif dari yang tidak.
Proses pengukuran di area pabrik berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti. Lahan di sekitar fasilitas cukup terbuka untuk pemasangan elektroda. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang bisa diinterpretasikan, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif di area pengukuran untuk dijadikan rekomendasi titik bor.

Rekomendasi dan Catatan Biaya Survei
Berdasarkan analisis data, tim menetapkan titik pengeboran yang direkomendasikan pada zona anomali resistivitas paling sesuai dengan karakteristik lapisan jenuh air di tufaan setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada manajemen Pabrik Es Alaska disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis sesuai kondisi geologi di Walantaka, Kota Serang.
Terkait biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Kota Serang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Tarif itu sudah mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.
Industri, pabrik, atau usaha lain di Kota Serang yang membutuhkan sumber air tanah mandiri sangat disarankan melakukan geolistrik air tanah terlebih dahulu sebelum pengeboran, terutama di kawasan dengan litologi tufaan seperti Walantaka ini. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.