Survei Geolistrik Air Tanah PAMSIMAS Desa Cileungsir

Laporan Survei · Lebak · 07 Sep 2026

Kebutuhan terhadap sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Untuk mendukung proses pencarian sumber air di Desa Cileungsir, Warung Gunung, Lebak, Banten, dilakukan survei geolistrik air tanah sebagai bagian dari investigasi awal sebelum penentuan lokasi sumur bor.

Kegiatan survei lapangan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Pekerjaan difokuskan pada pengukuran dan pengamatan respons bawah permukaan untuk membantu memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam proses interpretasi lokasi yang berpotensi menjadi titik air tanah.

Proses Deteksi Air Tanah di Lapangan

Pada pekerjaan ini digunakan perangkat ADMT 300HT2. Peralatan tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan pencarian sumber air tanah dengan kemampuan deteksi hingga kisaran 100–300 meter, tergantung kondisi dan konfigurasi pengukuran di lapangan.

ADMT 300HT2 mengombinasikan elektroda dengan sensor elektromagnetik untuk memperoleh respons bawah permukaan. Data pengukuran dapat dikirim secara wireless ke smartphone atau tablet, sehingga proses pemantauan data dapat dilakukan secara praktis selama pekerjaan lapangan berlangsung.

Hasil pengukuran juga dapat divisualisasikan dalam bentuk 2D dan 3D secara otomatis. Tampilan tersebut membantu proses pengamatan pola respons bawah permukaan sebagai salah satu bahan dalam menentukan area yang perlu dipertimbangkan untuk pencarian titik air tanah dan rencana pengeboran.

Produsen ADMT 300HT2 mengklaim tingkat akurasi hingga 95%. Namun, angka tersebut merupakan klaim dari produsen dan bukan hasil pengujian independen maupun angka akurasi khusus yang diperoleh dari survei di Desa Cileungsir.

Manfaat Survei bagi PAMSIMAS

Dalam pelaksanaan PAMSIMAS, informasi awal mengenai kondisi bawah permukaan dapat membantu proses perencanaan sumber air. Survei tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses pengeboran atau pengujian sumur, tetapi memberikan informasi pendukung agar pencarian sumber air dapat dilakukan secara lebih terarah.

Bagi masyarakat Desa Cileungsir, hasil interpretasi survei dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi yang akan ditindaklanjuti. Dengan adanya tahapan deteksi air tanah sebelum pengeboran, pihak yang melaksanakan program dapat memiliki dasar informasi tambahan dalam mempertimbangkan titik sumur bor.

Penentuan titik air tanah tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pengukuran dan interpretasi secara keseluruhan. Survei juga tidak dapat dijadikan jaminan bahwa pengeboran pada suatu titik pasti menghasilkan debit air atau kualitas air tertentu. Kondisi aktual baru dapat diketahui lebih lanjut melalui proses pengeboran dan pengujian sumur.

Biaya Survei Geolistrik

Untuk kebutuhan deteksi air tanah, biaya survei berada pada kisaran Rp3.000.000–Rp4.000.000 per titik, di luar biaya transportasi dan akomodasi. Biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan awal dalam menyusun kebutuhan investigasi sumber air untuk kegiatan PAMSIMAS maupun kebutuhan sumur bor lainnya.

Survei geolistrik air tanah di Desa Cileungsir, Warung Gunung, Lebak, Banten, menjadi bagian dari upaya mendukung pencarian sumber air dan perencanaan titik sumur bor PAMSIMAS dengan menggunakan informasi hasil pengukuran lapangan. Untuk kebutuhan survei dan deteksi sumber air tanah di lokasi lain, silakan menghubungi tim melalui kontak yang tersedia.

← Kembali ke daftar artikel