Serang, Banten: Survei Geolistrik Air Tanah PT Golden Cikande

Laporan Survei · Serang

PT Golden Cikande di Leuwilimus, Serang, membutuhkan sumber air tanah untuk mendukung kebutuhan operasional di kawasan industri mereka. Sebelum pengeboran dijadwalkan, pihak perusahaan memilih langkah yang tepat dengan melakukan deteksi air tanah terlebih dahulu. Tim kami turun ke lokasi pada 10 Oktober 2026, di koordinat -6.200222, 106.340333, elevasi 27 mdpl. Kawasan industri Cikande di Serang memang dikenal padat, tapi soal geologi bawah tanah, kondisinya perlu dicek langsung karena tidak semua titik di area ini punya potensi air yang sama.

Sebelum alat dipasang, tim mengkaji peta geologi area Leuwilimus untuk memastikan pendekatan pengukuran yang paling sesuai dengan karakter lapisan di lokasi ini.

Kondisi Akuifer Tufaan di Kawasan Industri Serang

Lapisan bawah tanah di lokasi PT Golden Cikande tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari tufa, tufa batuapung, dan batupasir tufaan. Material seperti ini terbentuk dari endapan material gunungapi yang sudah mengalami konsolidasi, dan sifatnya berada di antara batuan keras dan endapan lepas dalam hal kemampuan menyimpan dan mengalirkan air.

Akuifer di lokasi ini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 0,3 hingga 5 liter per detik, tergantung seberapa tepat posisi titik bor terhadap zona jenuh air yang ada. Rentang debit yang cukup lebar ini mencerminkan variasi kondisi bawah tanah di lokasi ini: ada zona yang sangat terbatas, tapi di zona tertentu yang lebih prospektif hasilnya bisa jauh lebih baik.

Di kawasan industri Serang seperti Cikande, mengetahui zona terbaik sebelum mengebor bukan sekadar langkah hemat, tapi sangat menentukan apakah sumur yang dihasilkan bisa benar-benar memenuhi kebutuhan operasional atau tidak.

Ilustrasi Serang, Banten: Survei Geolistrik Air Tanah PT Golden Cikande

Proses Pengukuran Lapangan

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan pengukuran di lokasi ini. Alat ini menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data dipantau langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di lapisan tufaan dengan keterusan rendah seperti ini, pembacaan data memerlukan interpretasi yang cermat untuk menemukan zona paling produktif.

Proses di lahan PT Golden Cikande berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti. Area yang tersedia cukup memadai untuk pemasangan konfigurasi elektroda. Data resistivitas yang masuk menunjukkan variasi yang bisa dibedakan dengan cukup jelas, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif untuk dijadikan titik bor.

Ilustrasi Serang, Banten: Survei Geolistrik Air Tanah PT Golden Cikande

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan anomali resistivitas yang paling sesuai dengan indikasi lapisan jenuh air di batuan tufaan setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak perusahaan sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan, disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis.

Untuk referensi, biaya survei geolistrik air tanah di Serang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Tarif itu sudah mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.

Perusahaan, pabrik, atau kawasan industri lain di Serang yang membutuhkan sumber air tanah mandiri sangat disarankan melakukan deteksi sumur bor lewat geolistrik sebelum pengeboran dimulai. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel