Kp Pasir Walet Pandeglang, Banten: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Laporan Survei · Pandeglang

Kp Pasir Walet di Kelurahan Kabayan, Kecamatan Koroncong, Pandeglang, menjadi lokasi survei yang memberikan hasil cukup menggembirakan. Warga setempat membutuhkan sumber air tanah yang bisa diandalkan, dan permintaan survei geolistrik pun masuk. Tim kami tiba di lokasi pada 7 Oktober 2026, di koordinat -6.311242, 106.127140, elevasi 183 mdpl. Kawasan perbukitan Pandeglang di ketinggian seperti ini memang punya potensi yang berbeda dari pesisir, dan data lapangan kemudian mempertegas gambaran awal yang sudah cukup positif.

Sebelum pengukuran dimulai, tim mengkaji kondisi geologi regional area Koroncong ini. Hasilnya sudah memberi sinyal yang menjanjikan sejak sebelum alat dipasang.

Akuifer Volkanik Produktif Tinggi di Perbukitan Pandeglang

Lapisan bawah tanah di Kp Pasir Walet tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari tuf abu, tuf lapili, dan lava andesit. Material seperti ini terbentuk dari produk letusan gunungapi yang sudah terkonsolidasi, dan jenis batuan ini dikenal bisa menyimpan air tanah dalam jumlah yang cukup besar terutama di zona rekahan dan antar lapisan yang permeabel.

Akuifer di lokasi ini tergolong produktif tinggi dengan penyebaran luas. Keterusan lapisannya rendah hingga tinggi, dan kelulusannya sedang hingga tinggi. Variasi keterusan yang lebar seperti ini menunjukkan bahwa ada zona-zona tertentu yang sangat permeabel di antara lapisan yang lebih rapat. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 5 hingga 10 liter per detik. Untuk kebutuhan warga kampung atau bahkan skala desa, angka itu sangat memadai.

Ini termasuk salah satu potensi akuifer terbaik yang kami temui di wilayah Pandeglang. Tapi seperti selalu kami tekankan, potensi tinggi tetap harus didukung pemilihan titik bor yang tepat berdasarkan data survei, bukan perkiraan.

Ilustrasi Kp Pasir Walet Pandeglang, Banten: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis dari sistem. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski kondisi aktual di lapangan, terutama variasi keterusan di batuan volkanik seperti ini, selalu menjadi faktor penentu interpretasi akhir.

Proses pengukuran di area kampung berjalan lancar. Medan perbukitan Pandeglang memang tidak selalu mudah untuk pemasangan elektroda, tapi lahan yang tersedia di lokasi ini cukup memadai. Data resistivitas yang masuk sangat jelas dan konsisten, menunjukkan pola yang mencerminkan potensi akuifer tinggi yang sudah terindikasi dari awal.

Ilustrasi Kp Pasir Walet Pandeglang, Banten: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Rekomendasi dan Informasi Biaya Geolistrik Pandeglang

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan karakteristik resistivitas paling optimal untuk mendapatkan debit air tanah yang diharapkan. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak pemohon sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan.

Dengan potensi akuifer seperti yang terdeteksi di Kp Pasir Walet, peluang keberhasilan pengeboran sangat besar jika dilakukan di titik yang sudah direkomendasikan. Ini salah satu lokasi di Pandeglang yang memberikan prospek terbaik dari semua survei yang pernah kami kerjakan di wilayah ini.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Pandeglang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, di luar transportasi dan akomodasi ke lokasi. Warga, komunitas desa, atau pemilik lahan di Pandeglang yang ingin cari sumber air sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel