Survei Geolistrik Yon TP di Kampar: Cari Titik Air Tanah

Laporan Survei · Kampar · 16 Sep 2026

Yon TP di Lipat Kain Utara, Kampar, membutuhkan sumber air tanah yang bisa diandalkan untuk kebutuhan operasional di lokasi mereka. Sebelum memutuskan di mana sumur akan dibuat, pihak Yon TP memilih untuk melakukan survei geolistrik terlebih dahulu. Tim kami turun ke lapangan pada 13 Juni 2026, dengan titik pengukuran di koordinat 0.108235, 101.220597, elevasi sekitar 85 mdpl.

Dibanding banyak lokasi survei di dataran rendah Kampar yang elevasinya hanya belasan meter, titik ini berada sedikit lebih tinggi. Kondisi itu memberi gambaran awal bahwa susunan lapisan bawah tanahnya mungkin punya karakter yang sedikit berbeda, dan memang perlu dicek langsung lewat pengukuran.

Kondisi Akuifer di Lokasi Yon TP

Lapisan bawah tanah di lokasi ini tersusun dari endapan aluvial Kuarter, terdiri dari campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Kombinasi material seperti ini cukup umum di wilayah Kampar, khususnya di area yang masih dipengaruhi oleh endapan dataran banjir sungai bercampur material organik gambut.

Dari sisi potensi air, akuifer di sini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya tinggi. Ini berarti air bisa bergerak cukup bebas di antara butiran lepas, tapi zona yang benar-benar jenuh air tidak menyebar merata di seluruh area. Perkiraan debit yang bisa diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, tergantung seberapa tepat posisi titik bor terhadap zona prospektif yang teridentifikasi dari data survei.

Gambut dalam susunan litologi ini perlu mendapat perhatian lebih dalam interpretasi data resistivitas, karena nilainya bisa menyerupai zona jenuh air jika pembacaannya tidak cermat. Pengalaman survei di berbagai lokasi gambut Riau sangat membantu tim dalam membedakan keduanya di lapangan.

data geolistrik Survei Geolistrik Yon TP di Kampar: Cari Titik Air Tanah

Proses Pengukuran Lapangan di Kampar

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk proses deteksi sumur bor di lokasi ini. Alat ini memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data pengukuran bisa dipantau secara langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang tanah 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya mencapai 95%, meski kondisi geologi aktual tetap menjadi faktor penentu akhir di setiap lokasi.

Pengukuran di area Yon TP berjalan sesuai rencana. Lahan yang tersedia cukup memadai untuk pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang terekam menunjukkan variasi lapisan yang bisa dibaca dengan baik, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif untuk dijadikan titik air tanah di lokasi ini.

Ilustrasi Survei Geolistrik Yon TP di Kampar: Cari Titik Air Tanah

Rekomendasi Titik Bor dan Info Biaya

Hasil analisis data dijadikan dasar penentuan titik pengeboran yang direkomendasikan, disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis sesuai karakter akuifer gambut-aluvial setempat. Laporan lengkap diserahkan kepada pihak Yon TP Kampar sebagai panduan teknis sebelum proses bor dimulai.

Soal biaya survei geolistrik di Kampar dan sekitarnya, tarif yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Harga tersebut sudah mencakup pengukuran lapangan, pengolahan data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.

Bagi instansi, lembaga, atau perorangan di Kampar yang ingin cari sumber air sebelum mengebor, survei geolistrik adalah langkah paling efisien untuk menghindari risiko bor di titik yang tidak produktif. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel