Tangerang: Survei Geolistrik AIDC Park One
Pada 30 Oktober 2026, tim kami turun ke lokasi PT Tangerang AIDC Park One di Kecamatan Sindang Jaya, Tangerang, Banten. Klien membutuhkan sumber air yang bisa diandalkan untuk kebutuhan kawasan, dan sebelum mesin bor didatangkan, mereka ingin tahu dulu kondisi bawah permukaannya. Langkah yang masuk akal, karena mengebor tanpa data sering berujung pada sumur kering atau debit yang jauh dari harapan.
Titik survei berada di koordinat -6.169167, 106.509639 dengan elevasi sekitar 16 mdpl. Lahannya relatif datar, sehingga bentangan kabel dan elektroda bisa dipasang tanpa banyak hambatan.

Kondisi Geologi dan Alat yang Dipakai
Berdasarkan data geologi, area ini tersusun oleh batuan vulkanik berumur QT. Untuk pekerjaan deteksi air tanah kali ini kami membawa ADMT 300HT2, alat yang menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik. Jangkauan deteksinya bisa mencapai 100 hingga 300 meter, cukup dalam untuk membaca lapisan vulkanik yang biasanya cukup bervariasi.
Satu hal yang memudahkan di lapangan adalah konektivitas wireless ke tablet. Data langsung muncul dan divisualisasikan dalam bentuk 2D maupun 3D secara otomatis, jadi kami bisa mendiskusikan gambaran awal penampang bersama perwakilan klien saat itu juga. Produsen alat ini mengklaim akurasinya sekitar 95%. Kami tetap memperlakukannya sebagai klaim produsen, bukan angka mutlak, dan hasil pembacaan tetap kami tafsirkan bersama konteks geologi setempat.

Potensi Akuifer di AIDC Park One
Dari sisi hidrogeologi, wilayah ini masuk kategori akuifer produktif kecil setempat berarti. Artinya, air tanah memang ada, tetapi tidak merata di semua tempat. Ada zona yang cukup menjanjikan, ada pula yang kurang. Inilah alasan utama kenapa mencari titik air tanah yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengebor sedalam mungkin.
Karakter batuannya cukup menarik. Kelulusannya tergolong sedang hingga tinggi, sehingga air relatif mudah meresap ke dalam lapisan. Namun keterusannya rendah, yang berarti kemampuan lapisan mengalirkan air secara mendatar terbatas. Kombinasi ini membuat posisi titik bor menjadi sangat menentukan. Sedikit bergeser saja, hasilnya bisa berbeda.
Untuk gambaran kasar, perkiraan debit di satuan batuan ini berada di kisaran 0,5 hingga 3 liter/detik. Angka ini perlu dibaca sebagai potensi regional, bukan jaminan hasil sumur, karena debit aktual tetap bergantung pada lapisan yang berhasil ditembus dan kualitas konstruksi sumurnya.
Rekomendasi Kedalaman Bor
Setelah penampang resistivitas diolah, kami menandai lapisan yang paling berpotensi sebagai akuifer, lalu menyusun rekomendasi kedalaman bor dan zona saringan berdasarkan hasil interpretasi tersebut. Detail angka kedalaman kami serahkan langsung kepada klien dalam laporan teknis, karena rekomendasi ini spesifik untuk titik yang diukur dan tidak bisa digeneralisasi ke lahan lain di sekitarnya.
Saran kami untuk klien cukup sederhana. Ikuti titik yang sudah ditandai, minta kontraktor bor mencatat perubahan material selama pengeboran, dan cocokkan dengan penampang hasil survei. Dengan begitu, penempatan pipa saringan bisa lebih presisi.
Banyak yang bertanya soal biaya survei geolistrik sebelum memutuskan untuk deteksi sumur bor. Untuk jasa geolistrik air tanah Tangerang dan sekitarnya, tarif kami berada di angka Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Dibandingkan risiko sumur gagal, angka ini biasanya jauh lebih ringan.
Pekerjaan di AIDC Park One ini menjadi pengingat bahwa di lahan bervulkanik seperti sebagian wilayah Tangerang, cari sumber air sebaiknya selalu diawali dengan data, bukan tebakan. Kalau Anda sedang merencanakan sumur bor dan ingin geolistrik air tanah di lokasi Anda, silakan hubungi tim kami melalui kontak yang tersedia.