Geolistrik Lebak: IRPOM Tani Buni Rasa Cileles

Laporan Survei · Lebak

Kelompok Tani Buni Rasa di Cileles, Lebak, mengajukan permintaan survei untuk mendukung program IRPOM (Irigasi Pompa) di lahan pertanian mereka. Sebelum memasang pompa dan mengebor sumur, mereka ingin tahu dulu kondisi air tanah di lokasi. Tim kami turun ke lapangan pada 12 Oktober 2026, di koordinat -6.479531, 106.116014, elevasi 50 mdpl. Hasil kajian geologi sebelum pengukuran sudah memberikan gambaran yang perlu disampaikan jujur kepada kelompok tani sejak awal.

Cileles memang salah satu kecamatan pertanian aktif di Lebak, tapi kondisi geologi bawah tanahnya tidak selalu mendukung kebutuhan air irigasi yang besar.

Potensi Air Tanah yang Sangat Terbatas di Cileles

Lapisan bawah tanah di lokasi survei terdiri dari endapan lepas berumur Kuarter, dengan komposisi lanau, pasir, lempung, lumpur, dan kerikil. Secara litologi, susunan ini terdengar cukup baik untuk menyimpan air, tapi kenyataannya berbeda dari yang diharapkan.

Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong langka. Keterusan lapisannya rendah, dan kelulusannya pun rendah hingga sedang. Ini berarti meski material tanahnya berupa endapan lepas, kemampuan lapisan untuk menyimpan dan mengalirkan air dalam jumlah yang memadai sangat terbatas. Perkiraan debit yang mungkin diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun hanya di zona tertentu yang secara lokal lebih prospektif.

Untuk kebutuhan irigasi pompa di lahan pertanian Lebak, angka debit seperti ini memang jauh dari ideal. Tapi dengan sistem tampungan yang terencana dan jadwal pemompaan yang diatur dengan baik, sumber air mandiri dari sumur bor tetap bisa membantu meringankan kebutuhan irigasi, terutama di musim kemarau ketika air permukaan makin sulit.

Ilustrasi Geolistrik Lebak: IRPOM Tani Buni Rasa Cileles

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan deteksi sumur bor di lahan Kelompok Tani Buni Rasa. Alat ini memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski kondisi geologi aktual di lapangan tetap menjadi penentu kualitas interpretasi akhir.

Proses pengukuran di lahan pertanian berjalan lancar. Area sawah yang terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data resistivitas yang masuk menunjukkan pola yang konsisten dengan karakter akuifer berketerusan rendah, dengan satu zona yang secara relatif menunjukkan anomali paling menjanjikan di antara seluruh area yang diukur.

Geolistrik Lebak: IRPOM Tani Buni Rasa Cileles

Rekomendasi Titik Bor dan Catatan Biaya

Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan satu titik pengeboran pada zona yang menunjukkan respons resistivitas terbaik di lokasi ini. Laporan teknis diserahkan kepada pengurus Kelompok Tani Buni Rasa disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis, agar rencana pengelolaan irigasi bisa disesuaikan dengan kemampuan sumur yang akan dibuat.

Bagi kelompok tani atau pengelola lahan lain di Lebak yang ingin mengetahui potensi air tanah sebelum program IRPOM dimulai, biaya survei geolistrik yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, di luar transportasi dan akomodasi ke lokasi.

Langkah deteksi air tanah sebelum mengebor adalah investasi kecil yang bisa menghindarkan dari biaya bor yang tidak produktif. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei di wilayah Lebak dan sekitarnya.

← Kembali ke daftar artikel