Deteksi Air Tanah Desa Koper, Kresek Tangerang

Laporan Survei · Tangerang

Desa Koper di Kecamatan Kresek, Tangerang, membutuhkan sumur bor untuk kebutuhan air warga. Sebelum pengeboran dilakukan, pihak desa meminta kami melakukan survei geolistrik terlebih dahulu agar titik bor yang dipilih tidak sia-sia. Tim turun ke lapangan pada 14 Oktober 2026, di koordinat -6.173236, 106.393258, elevasi 12 mdpl. Meski berada di dataran rendah Tangerang bagian barat, kondisi geologi bawah tanahnya tidak sesederhana yang tampak dari permukaan.

Sebelum elektroda dipasang, tim mengkaji peta geologi kawasan Kresek ini. Hasilnya sudah memberi gambaran awal tentang apa yang akan dihadapi di lapangan.

Akuifer Tufaan di Dataran Kresek, Tangerang

Lapisan bawah tanah di Desa Koper tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari tufa, tufa batuapung, dan batupasir tufaan. Jenis material seperti ini terbentuk dari endapan abu dan material gunungapi yang sudah terkonsolidasi dalam waktu panjang. Karakter penyimpanan airnya berbeda dari endapan aluvial pasir-kerikil biasa yang lebih mudah ditembusi air.

Akuifer di lokasi ini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi di zona tertentu. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan sebarannya tidak merata di seluruh area. Untuk kebutuhan air bersih warga desa, angka itu masih bisa dimanfaatkan secara kolektif, terutama jika sistem distribusinya terencana dengan baik.

Kondisi seperti ini mempertegas pentingnya deteksi sumur bor sebelum mengebor. Di jenis akuifer tufaan seperti ini di wilayah Tangerang, menebak titik bor tanpa data bisa berujung pada sumur dengan debit sangat kecil atau bahkan tidak produktif.

Ilustrasi Deteksi Air Tanah Desa Koper, Kresek Tangerang

Proses Pengukuran Lapangan

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di lapisan tufaan dengan keterusan rendah seperti ini, interpretasi data memerlukan ketelitian untuk menemukan zona paling produktif.

Proses di lapangan berjalan lancar. Lahan desa yang cukup terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang bisa dibaca, dan tim mengidentifikasi zona yang secara relatif paling menjanjikan sebagai titik air tanah di lokasi ini.

Deteksi Air Tanah Desa Koper, Kresek Tangerang

Rekomendasi dan Informasi Biaya Survei

Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan anomali resistivitas paling sesuai untuk mendapatkan debit dari akuifer tufaan setempat. Laporan teknis diserahkan kepada pihak desa sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan, lengkap dengan penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis.

Untuk referensi, tarif jasa geolistrik air tanah Tangerang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Desa, komunitas, atau pihak lain di Tangerang yang ingin memastikan potensi air tanah sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel