Survei Geolistrik Air Molek, Pasir Penyu Indragiri Hulu

Laporan Survei · Indragiri Hulu

Air Molek di Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu, Indragiri Hulu, menjadi lokasi survei geolistrik yang kami kerjakan atas permintaan pihak yang membutuhkan sumber air tanah di area ini. Titik pengukuran berada di koordinat -0.360348, 102.297974, elevasi 24 mdpl. Sebelum pengukuran dimulai, tim mengkaji terlebih dahulu kondisi geologi regional untuk mendapat gambaran awal yang lebih akurat tentang apa yang ada di bawah permukaan tanah di lokasi ini.

Air Molek dikenal sebagai salah satu kawasan yang cukup berkembang di Indragiri Hulu, tapi dari sisi geologi bawah tanah, kondisinya ternyata tidak sesederhana yang tampak dari permukaan.

Kondisi Geologi yang Perlu Dipahami

Lapisan bawah tanah di lokasi ini tersusun dari endapan aluvium berumur Kuarter hingga Tersier, dengan komposisi kerikil dan pasir berbutir kasar hingga sedang, diselingi sisipan lempungan di beberapa bagian. Yang menarik dari lokasi ini adalah umur geologinya yang merentang antara dua periode, Kuarter dan Tersier, mengindikasikan bahwa lapisan yang ada di sini terbentuk dalam dua rentang waktu berbeda dan mungkin sudah mengalami proses kompaksi yang lebih lanjut dibanding endapan aluvial muda murni.

Dari sisi potensi air tanah, akuifer di lokasi ini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya tinggi. Perkiraan debit yang realistis bisa diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun hanya di zona tertentu yang secara lokal lebih prospektif. Tidak merata di seluruh area pengukuran.

Kondisi seperti ini membuat pemilihan titik bor menjadi sangat krusial. Mengebor sembarangan di jenis akuifer seperti ini di Indragiri Hulu sangat berisiko menghasilkan sumur dengan debit sangat kecil atau bahkan tidak produktif.

Data Survei Geolistrik Air Molek, Pasir Penyu Indragiri Hulu

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk proses deteksi air tanah di lokasi ini. Alat ini memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data dipantau langsung melalui koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di lapangan kondisi geologi aktual selalu menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Proses pengukuran di Air Molek berjalan sesuai rencana. Data resistivitas yang terekam menunjukkan variasi lapisan yang bisa dibaca dengan cukup jelas, dan tim mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif di antara seluruh area pengukuran. Tidak banyak pilihan terbaik di akuifer seperti ini, tapi zona itu tetap ada dan bisa diidentifikasi dengan baik.

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya

Berdasarkan hasil analisis, tim menetapkan titik pengeboran yang direkomendasikan pada zona dengan anomali resistivitas paling sesuai untuk kondisi akuifer di lokasi ini. Laporan teknis diserahkan kepada pemohon disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis, agar keputusan pengeboran diambil dengan pemahaman yang utuh tentang kondisi bawah tanah yang ada.

Untuk informasi, biaya survei geolistrik di Indragiri Hulu yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Harga itu sudah mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor.

Warga, pengusaha, atau instansi di Indragiri Hulu yang ingin memastikan potensi air tanah sebelum mengebor sangat disarankan menempuh langkah survei geolistrik ini terlebih dahulu, terutama di kawasan seperti Air Molek yang kondisi akuifernya cukup terbatas. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan.

← Kembali ke daftar artikel