Ogan Komering Ilir: Geolistrik Kebun Mesuji
Permintaan dari PT. Prime Agri Resources sebenarnya sederhana: mereka butuh sumber air yang bisa diandalkan untuk Kebun Mesuji Blok 05D, Kec. Mesuji, Ogan Komering Ilir. Tim kami turun ke lapangan pada 22 Oktober 2026 untuk mencari titik air tanah yang paling layak dibor, sebelum pihak kebun mengeluarkan biaya pengeboran yang tidak sedikit.
Lokasi survei berada di koordinat -4.029093, 105.052372 dengan elevasi sekitar 27 mdpl. Medannya relatif datar, khas area perkebunan, sehingga bentangan kabel dan penempatan elektroda bisa dilakukan tanpa banyak kendala.

Kondisi Geologi Blok 05D dan Alat yang Dipakai
Dari data geologi yang kami pegang, area ini tersusun oleh batuan vulkanik berumur Tersier. Akuifernya masuk kategori setempat produktif, artinya air tanah memang ada, tetapi tidak merata di seluruh hamparan. Ada bagian yang cukup menjanjikan, ada juga bagian yang hampir kering. Karena itulah survei sebelum mengebor menjadi sangat penting di sini.
Dua karakter lain yang perlu dicatat adalah keterusan yang bervariasi dari rendah sampai tinggi, serta kelulusan yang tergolong rendah. Dalam bahasa sederhana, air di batuan vulkanik seperti ini cenderung mengalir lewat rekahan atau zona lapukan, bukan merembes rata ke segala arah. Kalau titik bor meleset sedikit saja dari zona tersebut, hasilnya bisa jauh berbeda.
Untuk pekerjaan deteksi air tanah ini kami memakai ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik, mampu membaca hingga kedalaman 100 sampai 300 meter, dan datanya langsung terkirim secara wireless ke tablet di lapangan. Penampang 2D dan 3D muncul otomatis, jadi tim bisa langsung berdiskusi dengan perwakilan kebun di lokasi. Produsen mengklaim akurasinya mencapai 95%, meski angka itu tetap kami perlakukan sebagai klaim produsen, bukan hasil uji independen.
Hasil Geolistrik Air Tanah dan Panduan Titik Bor
Secara umum, hasil pembacaan sejalan dengan gambaran geologi regional. Akuifer di Blok 05D terindikasi berada di dalam tubuh batuan vulkanik, dengan sebaran yang tidak seragam. Perkiraan debit yang realistis untuk sumur bor di area ini berada di kisaran 0,5 sampai 3 liter/detik, tergantung seberapa tepat sumur menembus zona yang paling lulus air.
Angka itu cukup untuk kebutuhan operasional kebun skala blok, asalkan pengelola tidak berharap debit besar seperti di akuifer endapan pasir. Ekspektasi yang pas di awal akan menghindarkan kekecewaan setelah pengeboran selesai.
Beberapa catatan yang kami sampaikan kepada pihak kebun untuk penentuan titik bor:
Pertama, prioritaskan titik yang pada penampang menunjukkan zona anomali paling konsisten, bukan sekadar titik yang paling dekat dengan jalan atau bangunan. Kedua, karena kelulusannya rendah, desain saringan sumur sebaiknya ditempatkan tepat di zona yang terbaca sebagai lapisan pembawa air, bukan dipasang asal panjang. Ketiga, lakukan uji pemompaan setelah pengeboran agar debit aman bisa diketahui pasti, sehingga pompa tidak bekerja melebihi kemampuan akuifer.
Kalau satu titik ternyata hasilnya di batas bawah perkiraan, opsi yang lebih masuk akal adalah menambah sumur di titik lain yang juga terindikasi baik, ketimbang memaksa satu sumur dengan pompa besar.
Biaya Survei Geolistrik untuk Kebun dan Lahan Serupa
Banyak pengelola kebun di sekitar Mesuji bertanya soal biaya survei geolistrik sebelum memutuskan cari sumber air lewat sumur bor. Untuk pekerjaan seperti ini, tarif kami berkisar 3 juta hingga 5 juta per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi tim. Dibanding risiko mengebor di titik kosong, angka ini jauh lebih ringan.
Survei di Blok 05D ini menunjukkan bahwa di wilayah batuan vulkanik Ogan Komering Ilir, deteksi sumur bor yang cermat benar-benar menentukan berhasil tidaknya sumur. Bagi Anda yang sedang mencari jasa geolistrik air tanah Ogan Komering Ilir untuk kebun, pabrik, atau permukiman, silakan hubungi tim kami melalui kontak di bawah ini.