Ogan Komering Ilir: Geolistrik Kebun Mesuji

Laporan Survei · Ogan Komering Ilir

Permintaan dari PT. Prime Agri Resources sebenarnya sederhana: mereka butuh sumber air yang bisa diandalkan untuk kebutuhan operasional di Blok 03B Kebun Mesuji, Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir. Persoalannya, kebun sawit di dataran rendah tidak otomatis menjamin air tanahnya mudah didapat. Karena itu tim kami turun ke lapangan pada 22 Oktober 2026 untuk melakukan deteksi air tanah sebelum keputusan pengeboran diambil.

Lokasi survei berada di koordinat -4.016141, 105.064615 dengan elevasi sekitar 30 mdpl. Aksesnya melewati jalan kebun yang cukup panjang, jadi peralatan sengaja kami bawa seringkas mungkin.

Kondisi Geologi Blok 03B dan Alat yang Dipakai

Dari data geologi regional, area Blok 03B tersusun atas batuan vulkanik berumur Tersier. Akuifernya tergolong setempat produktif. Artinya air tanah memang ada, tapi tidak tersebar merata. Di satu titik bisa cukup bagus, sementara beberapa puluh meter di sebelahnya bisa jauh lebih kering.

Sifat batuannya juga perlu dicermati. Keterusannya berkisar rendah sampai tinggi, sedangkan kelulusannya rendah. Dalam bahasa lapangan, air tidak gampang meresap ke seluruh tubuh batuan. Air cenderung terkumpul di bagian tertentu, misalnya zona rekahan atau lapisan yang lebih lapuk. Kondisi seperti ini membuat pengeboran tanpa survei menjadi taruhan yang mahal.

Untuk pekerjaan ini kami memakai ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi hingga kedalaman 100-300 meter. Data dikirim secara nirkabel ke tablet, lalu penampang 2D dan 3D muncul otomatis. Produsen mengklaim akurasinya mencapai 95%. Angka itu tetap kami anggap sebagai klaim pabrikan, jadi hasil bacaan alat selalu kami cocokkan dengan konteks geologi setempat sebelum menarik kesimpulan.

Ogan Komering Ilir: Geolistrik Kebun Mesuji

Hasil Geolistrik Air Tanah dan Rekomendasi Titik Bor

Penampang yang kami peroleh memperlihatkan pola yang wajar untuk batuan vulkanik Tersier, yaitu respons bawah permukaan yang tidak seragam. Ada bagian yang menunjukkan indikasi zona jenuh air, dan ada bagian yang terbaca padat serta kurang menjanjikan. Gambaran ini sejalan dengan status akuifer setempat produktif di wilayah tersebut.

Dari hasil interpretasi, rekomendasi kami untuk klien adalah sebagai berikut:

Pertama, titik bor sebaiknya diletakkan tepat di zona yang terindikasi jenuh air pada penampang, bukan di lokasi yang sekadar dekat dengan bangunan atau jalan kebun. Pergeseran beberapa meter saja bisa berpengaruh besar pada batuan dengan kelulusan rendah. Kedua, target kedalaman pengeboran mengikuti zona akuifer yang terbaca pada penampang ADMT, dan konstruksi saringan sumur dipasang di zona itu. Ketiga, ekspektasi debit perlu realistis. Berdasarkan data hidrogeologi regional, perkiraan debit di sini sekitar 0,5 - 3 liter/detik. Angka ini cukup untuk kebutuhan kebun skala blok, tetapi sebaiknya tidak dibebani pemakaian yang berlebihan tanpa uji pemompaan.

Kami juga menyarankan uji pompa setelah sumur selesai dibor. Dari uji itu bisa diketahui debit aman yang sebenarnya, sehingga pompa yang dipasang tidak terlalu besar untuk kemampuan akuifernya.

Ilustrasi Ogan Komering Ilir: Geolistrik Kebun Mesuji

Soal Biaya Survei Geolistrik

Banyak pengelola kebun bertanya soal biaya survei geolistrik sebelum memutuskan mau cari sumber air dengan cara apa. Untuk pekerjaan seperti di Mesuji ini, tarifnya 3 juta hingga 5 juta per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi tim. Dibandingkan risiko sumur kering setelah pengeboran dalam, deteksi sumur bor di awal jauh lebih masuk akal secara anggaran, apalagi di wilayah dengan akuifer yang sifatnya setempat.

Pekerjaan di Blok 03B ini menegaskan satu hal yang sering kami temui di Ogan Komering Ilir: air tanah di batuan vulkanik ada, tapi harus dicari dengan teliti. Kalau kebun atau lahan Anda di Ogan Komering Ilir dan sekitarnya juga butuh titik air tanah yang lebih pasti sebelum mengebor, silakan hubungi tim kami melalui kontak yang tersedia di halaman ini.

← Kembali ke daftar artikel