Geolistrik OKI: Kebun Mesuji PT Prime Agri

Laporan Survei · Ogan Komering Ilir

PT Prime Agri Resources di Kebun Mesuji Blok 27C, Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, membutuhkan sumber air tanah untuk operasional kebun mereka. Tim kami dijadwalkan turun ke lokasi dan melaksanakan survei geolistrik pada 22 Oktober 2026, di koordinat -4.031372, 105.023264, elevasi 38 mdpl. Kawasan perkebunan di Ogan Komering Ilir bagian barat ini berada di zona yang secara geologi cukup berbeda dari dataran aluvial di bagian timur kabupaten yang lebih dekat pesisir.

Sebelum pengukuran dimulai, tim mengkaji peta geologi area Mesuji. Dan kondisi yang ditemukan di bawah tanah lokasi ini perlu disampaikan dengan jelas kepada klien sebelum ekspektasi pengeboran dibangun.

Akuifer Tufaan Tersier: Karakteristik yang Perlu Dipahami

Lapisan bawah tanah di Kebun Mesuji Blok 27C ini tersusun dari batuan volkanik berumur Tersier, terdiri dari tufa asam berbatuapung dan batupasir tufaan. Material tufaan Tersier sudah jauh lebih terkonsolidasi dibanding tufa Kuarter yang lebih muda, dan sifat penyimpanan airnya cenderung lebih terbatas karena proses kompaksi yang lebih panjang.

Produktivitas akuifer di sini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan dan kelulusannya sama-sama rendah. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik. Untuk operasional kebun skala besar, angka itu memang terbatas, tapi bisa tetap bermanfaat sebagai sumber air pendukung di blok tertentu jika pengelolaan dan distribusinya direncanakan dengan baik.

Di kawasan perkebunan Ogan Komering Ilir seperti ini, memilih titik bor tanpa data adalah risiko yang tidak perlu diambil. Biaya pengeboran jauh lebih besar dari biaya survei, dan hasilnya bisa sangat berbeda tergantung di mana sumur dibuat.

Geolistrik OKI: Kebun Mesuji PT Prime Agri

Pengukuran Lapangan di Mesuji, OKI

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan deteksi air tanah di lokasi kebun. Alat ini menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis dari sistem. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di tufaan Tersier dengan keterusan dan kelulusan rendah seperti ini, interpretasinya membutuhkan ketelitian untuk membedakan zona yang benar-benar berpotensi dari batuan yang lebih masif di sekitarnya.

Proses di lapangan berjalan sesuai rencana. Lahan kebun yang terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda di titik-titik yang direncanakan. Data yang masuk menunjukkan pola yang bisa diinterpretasikan, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif di antara seluruh area pengukuran.

Ilustrasi Geolistrik OKI: Kebun Mesuji PT Prime Agri

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan anomali resistivitas paling sesuai untuk kondisi tufaan Tersier di lokasi ini. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak PT Prime Agri Resources disertai penjelasan realistis tentang ekspektasi debit dan saran pengelolaan air agar sumur yang dibuat bisa dimanfaatkan secara optimal.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Ogan Komering Ilir yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Perusahaan perkebunan atau pihak lain di Ogan Komering Ilir yang membutuhkan sumber air tanah mandiri, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel