Kota Palembang: Geolistrik SPU Titik 2

Laporan Survei · Kota Palembang

Pekerjaan kali ini membawa tim kami ke lahan milik PT. Prime Agri Resources, tepatnya di SPU Palembang titik 2, Karya Baru, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang. Klien ingin memastikan dulu kondisi bawah permukaan sebelum mesin bor masuk. Permintaannya sederhana tapi penting: jangan sampai biaya pengeboran terbuang hanya karena titiknya ditebak.

Survei kami laksanakan pada 23 Oktober 2026. Titik ukur berada di koordinat -2.922056, 104.707567 dengan elevasi sekitar 16 mdpl, area yang relatif datar dan cukup mudah dijangkau kendaraan.

Kondisi Geologi yang Kami Hadapi di Titik 2

Sebelum turun ke lapangan, kami membuka data hidrogeologi untuk lokasi ini. Hasilnya tidak terlalu menggembirakan, tapi justru itu alasan survei ini perlu dilakukan. Litologinya tercatat sebagai batuan padu berumur Tersier, dengan produktivitas akuifer kategori produktif kecil setempat berarti.

Artinya apa buat klien? Air tanah di batuan padu biasanya tidak tersebar merata seperti di endapan pasir. Air cenderung tersimpan di bagian tertentu saja, misalnya di zona retakan atau lapisan yang lebih lapuk. Keterusannya rendah, kelulusannya rendah sampai sedang. Jadi kalau asal bor, peluang mendapat sumur kering atau sumur yang cepat surut cukup besar.

Dari data yang sama, perkiraan debit di wilayah ini berada di kisaran 0,5 - 3 liter/detik. Angka ini kami sampaikan terbuka ke klien sejak awal supaya ekspektasinya realistis. Tujuan survei di sini bukan mencari akuifer raksasa, melainkan menemukan titik air tanah yang paling masuk akal di antara pilihan yang terbatas.

Kota Palembang: Geolistrik SPU Titik 2

Proses Deteksi Air Tanah dengan ADMT 300HT2

Untuk pekerjaan ini kami membawa ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik, dan jangkauan deteksinya bisa mencapai 100-300 meter. Data dikirim secara wireless ke tablet, lalu penampang 2D maupun 3D langsung muncul tanpa harus menunggu olah data di kantor.

Fitur visualisasi otomatis ini sangat membantu di lokasi seperti titik 2. Saat profil mulai terbentuk, kami bisa langsung berdiskusi dengan perwakilan klien di lapangan, menunjuk bagian penampang yang menarik, dan menjelaskan kenapa zona tertentu lebih layak diprioritaskan. Produsen mengklaim akurasi alat ini mencapai 95%, tapi kami tetap memperlakukannya sebagai klaim produsen. Interpretasi akhir tetap bergantung pada pembacaan data yang dipadukan dengan konteks geologi setempat.

Pada batuan padu, yang kami cari adalah anomali yang mengindikasikan bagian batuan yang lebih berpori atau terkekar, karena di situlah air berpeluang terkumpul. Bagian penampang yang menunjukkan pola seperti itu kami tandai sebagai kandidat untuk deteksi sumur bor.

Ilustrasi Kota Palembang: Geolistrik SPU Titik 2

Rekomendasi untuk Klien dan Gambaran Biaya

Dari hasil pengukuran, kami menyerahkan penampang beserta catatan zona yang paling berpotensi untuk dibor. Kami juga menekankan satu hal: dengan karakter akuifer seperti ini, debit sumur kemungkinan besar akan berada di kelas kecil. Untuk kebutuhan operasional SPU, klien sebaiknya merencanakan tandon penampung atau mempertimbangkan lebih dari satu sumur bila kebutuhan airnya besar.

Banyak pemilik lahan menanyakan soal biaya survei geolistrik sebelum memutuskan. Untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya, kami mematok tarif 3 juta hingga 5 juta per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi tim. Dibanding risiko pengeboran meleset di batuan padu, angka ini biasanya jauh lebih ringan.

Kasus SPU titik 2 ini jadi contoh bagus bahwa geolistrik air tanah tidak selalu soal menemukan sumber melimpah. Kadang nilainya justru ada pada kejujuran membaca kondisi, supaya keputusan mencari sumber air di lahan dengan potensi terbatas tetap terukur.

Kalau Anda sedang menyiapkan pengeboran di Kota Palembang dan ingin titiknya ditentukan lewat data, silakan hubungi tim kami untuk berdiskusi lebih lanjut.

← Kembali ke daftar artikel