Deteksi Air Tanah Pokmas Mandiri Selat Panjang, Meranti Riau

Laporan Survei · Kepulauan Meranti

Pokmas Mandiri di Kelurahan Selat Panjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Meranti, Riau, menjadi salah satu lokasi survei dengan hasil yang cukup mengejutkan dalam artian positif. Permintaan survei masuk untuk menemukan sumber air tanah yang bisa dimanfaatkan kelompok masyarakat ini, dan tim kami turun ke lapangan pada 25 Mei 2024, di koordinat 1.003556, 102.716806, elevasi 8 mdpl. Dari luar, kawasan pesisir rendah seperti ini tidak selalu memberi kesan punya potensi air tanah yang besar. Tapi geologi di bawahnya berkata lain.

Sebelum alat dipasang, tim mengkaji data geologi regional. Dan hasilnya cukup berbeda dari banyak lokasi lain yang pernah kami tangani di Riau.

Batugamping Tersier dengan Potensi TinggiIlustrasi Deteksi Air Tanah Pokmas Mandiri Selat Panjang, Meranti Riau

Lapisan bawah tanah di lokasi Pokmas Mandiri tersusun dari batugamping berumur Tersier Miosen, terdiri dari batugamping, batugamping pasiran, dan batugamping lempungan. Berbeda dari endapan aluvial lepas yang pori-porinya terbuka, batugamping menyimpan air terutama melalui zona rekahan dan rongga pelarutan yang terbentuk secara alami dalam waktu sangat panjang.

Yang membuat lokasi ini istimewa dibanding banyak titik survei di Riau lainnya, akuifer di sini tergolong produktif tinggi dengan penyebaran luas. Keterusan lapisannya bervariasi dari rendah hingga tinggi, dan kelulusannya sedang hingga tinggi, mengindikasikan adanya zona batugamping yang terkarstifikasi dengan baik di bagian tertentu. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 5 hingga 10 liter per detik. Ini angka yang sangat baik, bahkan untuk kebutuhan komunal skala kelurahan sekalipun.

Tentu saja, karena air tersimpan di zona rekahan dan rongga batugamping yang tidak merata di seluruh area, pemilihan titik bor tetap harus berdasarkan data hasil pengukuran, bukan perkiraan.

Data Deteksi Air Tanah Pokmas Mandiri Selat Panjang, Meranti Riau

Pengukuran di Lapangan

Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk proses deteksi air tanah di lokasi ini. Alat ini bekerja dengan memadukan elektroda resistivitas dan sensor elektromagnetik, mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data pengukuran bisa dipantau langsung lewat koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batugamping yang pola rekahan dan karstifikasinya tidak selalu seragam, interpretasi tetap memerlukan pengalaman lapangan yang memadai.

Proses pengukuran di Selat Panjang Timur berjalan sesuai rencana. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang cukup jelas dan bisa diinterpretasikan dengan baik. Tim berhasil mengidentifikasi zona dengan anomali resistivitas rendah yang mengindikasikan keberadaan zona rekahan atau rongga jenuh air di lapisan batugamping setempat.

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya

Berdasarkan hasil analisis, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan respons resistivitas paling sesuai dengan karakteristik zona produktif di batugamping Tersier di lokasi ini. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pengurus Pokmas Mandiri sebagai panduan sebelum proses pengeboran dimulai.

Untuk informasi, tarif jasa geolistrik air tanah Riau yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk biaya transportasi dan akomodasi ke lokasi, termasuk biaya penyeberangan untuk wilayah kepulauan seperti Meranti.

Kelompok masyarakat, instansi, atau perorangan di Riau, terutama di wilayah kepulauan seperti Meranti, yang ingin memastikan potensi air tanah sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei geolistrik.

← Kembali ke daftar artikel