Survei Air Tanah OKI: Kebun Mesuji Blok 14B
Masih di hari yang sama dengan survei Blok 27C, tim kami bergeser ke titik kedua di area PT Prime Agri Resources Kebun Mesuji, tepatnya di Blok 14B, Desa Surya Adi, Ogan Komering Ilir. Survei ini dilaksanakan pada 22 Oktober 2026, di koordinat -4.013114, 105.042197, elevasi 31 mdpl. Jarak antara dua blok ini tidak terlalu jauh, tapi dalam geologi bawah tanah, perbedaan beberapa ratus meter bisa menghasilkan karakter akuifer yang berbeda, dan itulah yang membuat dua survei terpisah tetap diperlukan.
Sebelum pengukuran dimulai di Blok 14B, tim memastikan pendekatan interpretasi yang dipakai sudah mempertimbangkan kondisi geologi spesifik titik ini, terpisah dari titik sebelumnya.

Kondisi Akuifer Blok 14B: Lebih Variatif dari Blok 27C
Lapisan bawah tanah di Blok 14B juga tersusun dari batuan volkanik berumur Tersier, terdiri dari tufa asam berbatuapung dan batupasir tufaan. Litologi yang sama dengan blok sebelumnya, tapi ada perbedaan penting pada karakteristik akuifernya.
Produktivitas akuifer di titik ini tergolong setempat produktif. Keterusan lapisannya bervariasi dari rendah hingga tinggi, berbeda dari Blok 27C yang keterusannya konsisten rendah. Variasi keterusan yang lebih lebar ini mengindikasikan adanya zona-zona lokal yang lebih permeabel di antara lapisan tufaan yang lebih rapat. Kelulusannya sendiri tetap rendah, dan perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 0,5 hingga 3 liter per detik.
Kata kunci di sini adalah "setempat", yang berarti potensi ada tapi tidak merata. Di Ogan Komering Ilir dengan dominasi batuan Tersier seperti ini, survei geolistrik sebelum mengebor bukan sekadar langkah preventif, tapi betul-betul menentukan keberhasilan pengeboran.

Proses Pengukuran Lapangan
Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan tufaan Tersier dengan variasi keterusan seperti ini, interpretasi data memerlukan perhatian lebih untuk membaca pola yang mencerminkan zona lebih produktif.
Proses berjalan lancar di lahan kebun yang terbuka. Data yang masuk di Blok 14B menunjukkan variasi resistivitas yang lebih kaya dibanding Blok 27C, konsisten dengan keterusan yang lebih bervariasi. Tim bisa mengidentifikasi dengan lebih jelas zona anomali yang paling menjanjikan sebagai titik air tanah di blok ini.
Rekomendasi dan Biaya Survei di Ogan Komering Ilir
Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan respons resistivitas paling sesuai dengan indikasi lapisan jenuh air di tufaan Tersier setempat. Laporan teknis diserahkan kepada pihak PT Prime Agri Resources bersama hasil survei Blok 27C, sehingga manajemen kebun bisa membandingkan potensi kedua blok dan menentukan prioritas pengeboran.
Bagi perusahaan perkebunan lain di Ogan Komering Ilir yang ingin mendeteksi titik air tanah sebelum mengebor, biaya survei geolistrik yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, di luar transportasi dan akomodasi ke lokasi. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.