Banyuasin: Geolistrik Air Tanah Muara Abab

Laporan Survei · Banyuasin

Permintaan dari Desa Muara Abab, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, sebenarnya sederhana. Pemilik lahan ingin membuat sumur bor dan tidak mau menebak-nebak titiknya. Ia sudah sering mendengar cerita tetangga yang mengebor di tempat yang salah lalu airnya keruh atau sedikit. Karena itu tim kami turun ke lapangan pada 31 Oktober 2026 untuk melakukan deteksi air tanah sebelum mesin bor didatangkan.

Lokasinya berada di dataran rendah dengan elevasi sekitar 7 mdpl, tepatnya di titik -3.056528, 104.189389. Lahan datar seperti ini memudahkan pembentangan alat, tetapi tetap butuh pembacaan bawah permukaan yang teliti.

Banyuasin: Geolistrik Air Tanah Muara Abab

Kondisi Geologi yang Kami Hadapi di Muara Abab

Sebelum berangkat, kami mempelajari data geologi regional untuk area ini. Litologinya tercatat sebagai endapan lepas berumur Kuarter (Q), yaitu material yang relatif muda dan belum terkompaksi kuat. Pada peta hidrogeologi, wilayah ini masuk kategori akuifer produktif dengan penyebaran luas. Kelulusannya tinggi, sementara keterusannya sedang.

Bagi orang awam, kombinasi ini kira-kira berarti air bisa meresap dan bergerak cukup mudah di dalam lapisan, walaupun kemampuan lapisan menyalurkan air secara horizontal tidak setinggi akuifer terbaik. Perkiraan debit untuk akuifer di kawasan ini berada di kisaran 5 - 10 liter/detik. Angka tersebut cukup menjanjikan, tetapi tetap merupakan gambaran regional, bukan jaminan untuk satu titik tertentu.

Justru di situlah fungsi survei. Endapan lepas sering bervariasi dalam jarak pendek. Ada bagian yang lebih berpasir dan menyimpan air dengan baik, ada pula sisipan yang lebih halus dan kurang meloloskan air. Tanpa pengukuran, pemilik lahan hanya bisa berharap.

Proses Pengukuran dengan ADMT 300HT2

Untuk pekerjaan ini kami memakai ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Datanya terkirim secara wireless ke tablet, jadi kami bisa langsung melihat penampang 2D dan 3D di lapangan tanpa harus menunggu olah data di kantor.

Produsen mengklaim akurasinya mencapai 95%. Kami memperlakukan angka itu sebagai klaim produsen, bukan patokan mutlak. Hasil terbaik tetap datang dari kombinasi data alat, pemahaman geologi setempat, dan pengalaman membaca pola resistivitas.

Dari visualisasi yang muncul, kami mencari zona yang polanya konsisten dengan lapisan pembawa air di dalam endapan lepas tersebut. Pola itu kemudian kami cocokkan dengan karakter akuifer regional tadi. Titik yang paling meyakinkan lalu kami tandai dan rekomendasikan sebagai lokasi pengeboran, lengkap dengan catatan agar kontraktor bor mengamati perubahan material selama pengeboran berlangsung.

Ilustrasi Banyuasin: Geolistrik Air Tanah Muara Abab

Biaya dan Pelajaran dari Survei di Banyuasin

Banyak warga Banyuasin bertanya soal harga geolistrik per titik sebelum memutuskan survei. Untuk jasa geolistrik air tanah Banyuasin seperti pekerjaan di Muara Abab ini, biaya berkisar 3 juta sampai 5 juta per titik, di luar transportasi dan akomodasi tim. Nominal itu sering jauh lebih kecil dibanding kerugian mengebor di titik yang keliru lalu harus mengulang dari awal.

Pelajaran dari pekerjaan ini cukup jelas. Data regional yang bagus belum tentu berlaku sama di setiap jengkal tanah. Geolistrik air tanah membantu mempersempit pilihan, sehingga upaya cari sumber air tidak lagi bergantung pada perkiraan semata. Deteksi sumur bor yang dilakukan lebih awal juga membuat pemilik lahan bisa merencanakan kedalaman dan anggaran pengeboran dengan lebih tenang.

Kalau Anda berencana membuat sumur di Banyuasin atau sekitarnya dan ingin titik air tanah yang lebih pasti sebelum mengebor, silakan hubungi tim kami melalui kontak yang tersedia di halaman ini.

← Kembali ke daftar artikel