Serang: Survei Geolistrik Desa Muara Abab
Permintaan survei kali ini datang dari kawasan Muara Abab, tepatnya di Kp. Pamatang Baru, Desa Pasauran, Serang, Banten. Pemilik lahan ingin membuat sumur bor, tetapi tidak mau asal menebak titik. Ia pernah mendengar cerita tetangga yang sumurnya kering padahal sudah keluar biaya besar. Karena itu tim kami diminta datang lebih dulu untuk melakukan deteksi air tanah sebelum mesin bor masuk.
Pengukuran dilakukan pada 1 November 2026. Cuaca cukup bersahabat, sehingga pemasangan elektroda dan pengambilan data berjalan tanpa banyak hambatan.
Kondisi Geologi Lokasi Survei di Serang
Titik survei berada di koordinat -6.214139, 105.856583 dengan elevasi sekitar 98 mdpl. Dari data hidrogeologi yang kami pegang, lokasi ini tersusun oleh batuan vulkanik berumur Kuarter. Batuan semacam ini sering menjadi tempat air tanah tersimpan, tetapi sifatnya tidak selalu seragam dari satu titik ke titik lain.
Akuifer di area ini masuk kategori produktif kecil, setempat berarti. Kelulusannya tergolong sedang sampai tinggi, artinya air cukup mudah meresap dan bergerak melalui pori atau rekahan batuan. Namun keterusannya rendah, jadi kemampuan lapisan untuk mengalirkan air dalam jumlah besar secara terus menerus memang terbatas. Perkiraan debit di wilayah ini berada di kisaran 0,5 sampai 3 liter/detik.
Angka tersebut kami sampaikan apa adanya ke pemilik lahan sejak awal. Untuk kebutuhan rumah tangga, debit sebesar itu biasanya sudah memadai. Tetapi kalau rencananya untuk usaha yang butuh air banyak, ekspektasinya perlu disesuaikan. Di sinilah pentingnya cari sumber air dengan data, bukan sekadar feeling.

Proses Deteksi Titik Air Tanah dengan ADMT 300HT2
Alat yang kami bawa adalah ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik, dan jangkauan deteksinya bisa mencapai 100 hingga 300 meter. Data yang terekam langsung terkirim secara wireless ke tablet, lalu diolah menjadi visualisasi 2D maupun 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasinya sekitar 95%, walau tentu saja kami tetap membaca hasilnya dengan mempertimbangkan kondisi geologi setempat.
Yang kami cari di penampang adalah zona yang menunjukkan ciri lapisan pembawa air di dalam tubuh batuan vulkanik. Pada akuifer berdebit kecil seperti di Muara Abab, zona semacam ini kadang tipis atau terputus-putus. Jadi kami tidak hanya melihat ada tidaknya air, tetapi juga seberapa menerus lapisan itu dan di mana posisinya paling meyakinkan.
Setelah beberapa kali membandingkan tampilan penampang, kami menandai satu titik air tanah yang paling layak untuk dibor.

Rekomendasi Kedalaman Bor dan Biaya Survei Geolistrik
Penentuan kedalaman bor ideal kami ambil dari posisi zona akuifer yang terbaca pada penampang. Prinsipnya sederhana: pengeboran sebaiknya menembus zona pembawa air sampai cukup dalam agar pipa saringan bisa ditempatkan tepat di lapisan tersebut. Mengebor terlalu dangkal berisiko debit tidak stabil saat kemarau, sementara mengebor jauh melewati zona yang potensial hanya menambah biaya tanpa jaminan tambahan air. Rekomendasi kedalaman ini kami serahkan tertulis kepada pemilik lahan sebagai pegangan saat berdiskusi dengan tukang bor.
Kami juga menyarankan agar pemasangan pompa disesuaikan dengan perkiraan debit tadi. Pompa yang terlalu besar justru bisa membuat sumur cepat surut, apalagi di akuifer dengan keterusan rendah.
Banyak yang bertanya soal biaya survei geolistrik sebelum memutuskan. Untuk pekerjaan seperti ini, tarif jasa geolistrik kami berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Dibandingkan risiko sumur kering setelah pengeboran, angka itu umumnya dianggap sepadan oleh klien kami.
Pekerjaan geolistrik air tanah di Desa Pasauran ini menjadi pengingat bahwa wilayah dengan akuifer kecil tetap bisa menghasilkan sumur yang layak, asalkan titik dan kedalamannya dipilih dengan cermat. Bagi Anda di Serang dan sekitarnya yang sedang merencanakan deteksi sumur bor, silakan hubungi tim kami melalui kontak di bawah ini.