Pokmas Beringin Sandanu, Kepulauan Meranti: Temukan Titik Air Tanah

Laporan Survei · Kepulauan Meranti

Pokmas Beringin Sandanu di Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti, mengajukan permintaan survei untuk menemukan titik air tanah yang bisa digunakan oleh anggota kelompok dan warga sekitar. Mendapatkan sumber air bersih yang andal memang menjadi kebutuhan nyata di banyak wilayah Kepulauan Meranti, terutama di desa-desa yang belum terjangkau jaringan air perpipaan secara memadai. Tim kami turun ke lokasi pada 25 Mei 2024, di koordinat 0.828167, 103.009222, elevasi 18 mdpl.

Dari gambaran awal peta geologi, area Nipah Sendanu ini berada di zona yang cukup menjanjikan untuk potensi air tanah. Dan pengukuran lapangan kemudian mempertegas gambaran awal itu.

Ilustrasi Pokmas Beringin Sandanu, Kepulauan Meranti: Temukan Titik Air Tanah

Potensi Akuifer yang Menjanjikan di Nipah Sendanu

Lapisan bawah tanah di lokasi Pokmas Beringin Sandanu tersusun dari endapan aluvium Kuarter berbutir kasar hingga sedang, terdiri dari kerikil dan pasir dengan sisipan lempungan di beberapa bagian. Jenis endapan seperti ini terbentuk dari material yang diendapkan sungai dan proses sedimentasi dataran dalam jangka panjang, dan secara hidrogeologi termasuk yang paling ideal untuk menyimpan serta mengalirkan air tanah.

Akuifer di lokasi ini tergolong produktif dengan penyebaran luas. Kelulusannya tinggi dan keterusan lapisannya sedang, kombinasi yang sangat mendukung aliran air tanah yang konsisten. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 5 hingga 10 liter per detik. Untuk ukuran kebutuhan komunal di Kepulauan Meranti, angka itu sangat memadai dan bahkan memberi ruang cadangan yang cukup besar jika dikelola dengan sistem yang baik.

Pengukuran Lapangan di Kepulauan Meranti

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik. Jangkauan deteksinya mencapai 100 hingga 300 meter ke bawah permukaan, dengan data yang dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet. Sistem menghasilkan visualisasi penampang tanah 2D dan 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski kondisi geologi aktual di setiap titik lapangan tetap menjadi penentu akhir kualitas interpretasi.

Proses di lapangan berjalan lancar. Area di sekitar lokasi Pokmas Beringin Sandanu cukup terbuka dan memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk menunjukkan pola resistivitas yang jelas dan konsisten dengan karakter akuifer aluvial kasar, dan tim tidak menghadapi kesulitan berarti dalam mengidentifikasi zona jenuh air yang paling prospektif di lokasi ini.

Ini salah satu survei yang hasilnya cukup menggembirakan. Di antara banyak lokasi yang pernah kami tangani di Kepulauan Meranti, potensi akuifer di Nipah Sendanu termasuk yang relatif baik.

Rekomendasi Titik Bor dan Catatan Biaya

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan karakteristik resistivitas paling optimal untuk mendapatkan debit yang diharapkan dari akuifer aluvial di lokasi ini. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pengurus Pokmas Beringin Sandanu sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Kepulauan Meranti yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Untuk wilayah kepulauan, biaya perjalanan memang perlu diperhitungkan tersendiri karena aksesnya berbeda dengan lokasi di daratan utama Riau.

Kelompok masyarakat, desa, atau pihak lain di Kepulauan Meranti yang ingin menemukan titik air tanah sebelum mengebor sangat disarankan menempuh langkah deteksi ini terlebih dahulu agar pengeboran bisa dilakukan di titik yang benar-benar potensial. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel