Geolistrik Tangerang: Pergudangan Blesindo Legok
Pergudangan Blesindo di Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, membutuhkan sumber air tanah untuk kebutuhan operasional di kompleks gudang mereka. Sebelum pengeboran dilakukan, pengelola meminta tim kami melakukan survei geolistrik terlebih dahulu. Tim turun ke lokasi pada 12 Oktober 2026, di koordinat -6.315625, 106.553988, elevasi 45 mdpl. Sebelum alat dipasang, tim mengkaji kondisi geologi area Legok ini, dan hasilnya perlu disampaikan dengan jelas kepada klien sejak awal.
Kawasan Legok di Tangerang memang dikenal sebagai area pergudangan yang berkembang, tapi dari sisi geologi bawah tanah, tidak semua bagiannya punya kondisi yang sama mudahnya untuk pencarian air.

Batuan Padu Tersier: Kondisi yang Harus Dipahami Sejak Awal
Lapisan bawah tanah di lokasi Pergudangan Blesindo tersusun dari batuan padu berumur Tersier, dengan komposisi yang cukup kompleks: perselingan konglomerat, batupasir, batulanau, dan batulempung yang mengandung sisa tanaman, ditambah konglomerat batuapung dan tuf batuapung. Susunan seperti ini mencerminkan lingkungan pengendapan yang berganti-ganti antara kondisi daratan dan transisi dalam waktu sangat panjang, dan material organik yang terperangkap sudah mengalami proses kompaksi dan litifikasi yang signifikan.
Dari sisi potensi air tanah, akuifer di sini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan dan kelulusannya sama-sama rendah. Perkiraan debit yang bisa diperoleh hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik, dan tidak menyebar merata di seluruh area pengukuran. Untuk kebutuhan operasional gudang, angka itu terbatas tapi bisa tetap bermanfaat jika titik bor ditempatkan dengan tepat dan sistem pengelolaan airnya terencana.
Kondisi batuan padu seperti ini di kawasan Tangerang bagian selatan memang tidak jarang ditemui, dan di sinilah nilai survei geolistrik menjadi sangat nyata. Mengetahui zona terbaik sebelum mengebor bisa menghindarkan dari biaya bor yang tidak menghasilkan apa-apa.

Proses Pengukuran Lapangan
Tim menggunakan ADMT 300HT2 untuk melakukan deteksi air tanah di lokasi ini. Alat ini menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik, dengan kemampuan jangkauan deteksi hingga 100 sampai 300 meter ke bawah permukaan. Data dipantau langsung di lapangan melalui koneksi wireless ke tablet, dan sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D serta 3D secara otomatis. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan padu berlapis seperti ini, pola resistivitasnya bisa sangat seragam dan menuntut ketelitian ekstra dalam interpretasi untuk menemukan anomali yang bermakna.
Proses di lapangan berlangsung sesuai prosedur. Area gudang yang cukup luas memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda di beberapa titik pengukuran. Data yang masuk menunjukkan pola yang konsisten dengan karakter batuan padu Tersier, dan tim berhasil mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif dari seluruh area yang diukur.
Rekomendasi dan Informasi Biaya Geolistrik Tangerang
Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan anomali resistivitas paling sesuai dengan kemungkinan adanya lapisan atau rekahan jenuh air di batuan padu setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pengelola Pergudangan Blesindo disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis sesuai kondisi geologi yang ada.
Untuk referensi, tarif jasa geolistrik air tanah Tangerang yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Kawasan pergudangan, industri, atau fasilitas komersial lain di Tangerang yang membutuhkan sumber air tanah mandiri sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.