Survei Geolistrik Air Tanah PAMSIMAS Desa Sajira Mekar
Kebutuhan terhadap sumber air yang dapat diandalkan menjadi bagian penting dalam mendukung program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Dalam pelaksanaannya di Desa Sajira Mekar, Lebak, Banten, survei geolistrik air tanah dilakukan sebagai bagian dari upaya pencarian sumber air yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan survei lapangan ini dilaksanakan pada 24 Agustus 2026. Fokus pekerjaan adalah melakukan deteksi air tanah untuk membantu memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan pada lokasi yang telah ditentukan. Hasil survei selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan titik air tanah yang berpotensi dikembangkan melalui sumur bor.

Penggunaan ADMT 300HT2
Dalam pekerjaan lapangan di Desa Sajira Mekar digunakan perangkat ADMT 300HT2. Perangkat ini dirancang untuk mendukung kegiatan pencarian sumber air tanah dengan kemampuan deteksi pada rentang hingga sekitar 100–300 meter, sesuai kondisi dan konfigurasi pengukuran di lapangan.
ADMT 300HT2 menggunakan kombinasi elektroda dan sensor elektromagnetik untuk memperoleh respons bawah permukaan. Data hasil pengukuran dapat terhubung secara wireless ke smartphone atau tablet sehingga proses pengamatan dan pengolahan data di lapangan menjadi lebih praktis.
Perangkat ini juga menyediakan visualisasi 2D dan 3D secara otomatis. Visualisasi tersebut membantu tim survei dalam membaca pola respons bawah permukaan sebagai bagian dari proses interpretasi untuk menentukan area yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut dalam pencarian titik air tanah.
Produsen ADMT 300HT2 mengklaim tingkat akurasi hingga 95%. Angka tersebut merupakan klaim produsen dan bukan merupakan angka akurasi independen yang ditetapkan dari hasil survei di Desa Sajira Mekar.
Survei untuk Mendukung PAMSIMAS
Dalam konteks PAMSIMAS, kegiatan deteksi air tanah memiliki manfaat praktis sebelum pekerjaan pengeboran dilakukan. Survei dapat membantu mempersempit pilihan lokasi berdasarkan hasil pengukuran dan interpretasi kondisi bawah permukaan, sehingga proses pencarian sumber air tidak hanya mengandalkan perkiraan permukaan.
Bagi masyarakat Desa Sajira Mekar, informasi dari survei dapat menjadi bahan pendukung dalam perencanaan pengembangan sumber air. Penentuan titik sumur bor yang lebih terarah juga dapat membantu mempersiapkan tahapan pekerjaan berikutnya, termasuk evaluasi teknis sebelum pengeboran.
Perlu dipahami bahwa survei geolistrik merupakan bagian dari proses investigasi. Hasil interpretasi tidak dapat disamakan dengan jaminan bahwa pengeboran pasti menghasilkan debit air tertentu. Keputusan akhir mengenai titik pengeboran tetap perlu mempertimbangkan hasil survei, kondisi lapangan, kebutuhan proyek, serta evaluasi teknis pada tahap berikutnya.
Biaya Survei Geolistrik
Untuk pekerjaan deteksi air tanah, biaya survei berada pada kisaran Rp3.000.000–Rp4.000.000 per titik. Biaya tersebut belum termasuk transportasi dan akomodasi. Besarnya kebutuhan pekerjaan dapat disesuaikan dengan jumlah titik dan kondisi lapangan.
Survei geolistrik air tanah di Desa Sajira Mekar, Lebak, Banten, menjadi langkah awal untuk membantu pencarian sumber air dan mendukung perencanaan titik sumur bor dalam kebutuhan PAMSIMAS. Untuk informasi pekerjaan survei dan kebutuhan deteksi sumber air tanah, pembaca dapat menghubungi tim melalui kontak yang tersedia.