Bogor: Survei Geolistrik Kantor Desa Binong Maja, Sukahati

Laporan Survei · Bogor · 15 Sep 2026

Kantor Desa Binong Maja di Sukahati, Bogor, membutuhkan sumber air sendiri yang lebih andal untuk operasional kantor dan kebutuhan warga sekitar. Pihak desa memilih untuk melakukan deteksi air tanah terlebih dahulu sebelum menentukan lokasi pengeboran. Tim kami turun ke lapangan pada 15 September 2026, di koordinat -6.512833, 106.878889, elevasi 138 mdpl.

Lokasi ini berada di kawasan perbukitan Bogor yang cukup khas, dengan vegetasi dan topografi yang berbeda dari dataran rendah. Ketinggian 138 mdpl sudah memberi gambaran awal bahwa kondisi geologinya kemungkinan besar didominasi batuan volkanik, bukan endapan aluvial seperti di wilayah pesisir atau dataran rendah.

Ilustrasi Bogor: Survei Geolistrik Kantor Desa Binong Maja, Sukahati

Karakter Geologi dan Akuifer di Sukahati

Setelah mengkaji peta geologi area ini, konfirmasi datang: lapisan bawah tanah di lokasi Kantor Desa Binong Maja tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari breksi gunungapi, aglomerat, dan tuf. Material seperti ini terbentuk dari hasil aktivitas gunungapi yang sudah mengalami proses konsolidasi cukup lama, dan karakteristiknya dalam menyimpan air tanah cukup berbeda dari batuan sedimen atau endapan lepas.

Kabar baiknya, akuifer di sini tergolong produktif sedang dengan penyebaran luas. Kelulusannya sedang hingga tinggi, dan keterusan lapisannya sedang. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 2 hingga 5 liter per detik. Untuk kebutuhan kantor desa dan warga sekitar, angka itu cukup memadai jika pengeboran dilakukan di zona yang benar.

Di batuan volkanik seperti ini, air tanah umumnya tersimpan di zona rekahan atau celah antar lapisan yang terbentuk akibat proses pendinginan material gunungapi. Identifikasi zona itulah yang menjadi inti dari proses survei geolistrik di lokasi ini.

data Bogor: Survei Geolistrik Kantor Desa Binong Maja, Sukahati

Proses Pengukuran di Lapangan

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat yang bekerja dengan memadukan elektroda resistivitas dan sensor elektromagnetik. Jangkauan deteksinya mencapai 100 hingga 300 meter ke bawah permukaan, dengan data yang dipantau langsung lewat koneksi wireless ke tablet. Sistem menghasilkan visualisasi penampang 2D dan 3D secara otomatis, memudahkan tim untuk membaca sebaran lapisan di bawah titik ukur. Produsen mengklaim akurasi deteksinya mencapai 95%, meski kondisi batuan volkanik dengan pola rekahan yang tidak selalu teratur memang memerlukan ketelitian lebih dalam interpretasi.

Proses di lapangan berjalan lancar. Area halaman kantor desa yang cukup terbuka memudahkan pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang bisa dibaca untuk membedakan zona batuan masif dengan zona yang lebih prospektif sebagai titik air tanah.

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya

Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan respons resistivitas paling sesuai dengan indikasi lapisan atau rekahan jenuh air di batuan volkanik setempat. Laporan teknis diserahkan kepada pihak desa untuk dijadikan acuan sebelum proses pengeboran dimulai.

Untuk referensi, tarif jasa geolistrik air tanah Bogor yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Harga itu mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan laporan rekomendasi titik bor secara lengkap.

Bagi kantor desa, instansi pemerintahan, atau warga di Bogor yang ingin memiliki sumber air mandiri sebelum memutuskan lokasi pengeboran, survei geolistrik adalah langkah paling tepat untuk memulai. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan.

← Kembali ke daftar artikel