Survei Geolistrik Air Tanah RSUD Provinsi Riau Pekanbaru
Kebutuhan air bersih di fasilitas kesehatan bukan hal yang bisa dikompromikan. Itulah yang melatarbelakangi pelaksanaan survei geolistrik air tanah di kawasan RSUD Provinsi Riau, Pekanbaru, pada 20 Agustus 2021. Tim kami ditugaskan untuk memetakan potensi sumber air bawah tanah di lokasi ini sebelum proses pengeboran dilakukan.
Titik survei berada di koordinat 0.523042, 101.451667. Sebelum pengukuran dimulai, kami terlebih dahulu mengkaji kondisi geologi area setempat agar pendekatan lapangan bisa lebih terarah dan hasilnya lebih bisa diandalkan.

Gambaran Geologi dan Kondisi Akuifer
Lokasi survei berada di atas endapan aluvial berumur Kuarter, yang terdiri dari campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Jenis litologi seperti ini cukup umum dijumpai di dataran Pekanbaru bagian tengah, dan secara umum memiliki karakteristik yang cukup mendukung untuk pencarian air tanah.
Akuifer di lokasi ini tergolong produktif sedang dengan penyebaran yang luas. Tingkat kelulusannya tinggi, yang berarti air dapat bergerak cukup bebas melewati lapisan pasir dan kerikil. Keterusan berada di level sedang, dengan perkiraan debit antara 1 hingga 5 liter per detik. Untuk kebutuhan operasional rumah sakit sebagai cadangan atau pelengkap pasokan, angka ini cukup menjanjikan, asalkan titik bor dipilih dengan tepat.
Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2
Pengukuran dilakukan menggunakan alat ADMT 300HT2, yang menggabungkan elektroda resistivitas konvensional dengan sensor elektromagnetik. Alat ini mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter, dengan konektivitas wireless ke tablet untuk pemantauan data secara langsung di lapangan. Visualisasi 2D dan 3D tersedia otomatis, memudahkan tim dalam membaca pola sebaran lapisan tanah.
Produsen mengklaim tingkat akurasi deteksi mencapai 95%. Kami menyebut ini sebagai klaim produsen, karena hasil aktual di lapangan selalu dipengaruhi oleh variasi kondisi geologi lokal yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi sebelumnya.
Proses di lapangan berjalan tertib. Area rumah sakit yang cukup luas memberi ruang yang memadai untuk pemasangan elektroda. Data resistivitas yang masuk ke layar tablet menunjukkan variasi lapisan yang bisa kami analisis untuk menentukan zona paling potensial sebagai titik air tanah.
Rekomendasi dan Catatan untuk Institusi Serupa
Berdasarkan hasil pengukuran, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan indikasi lapisan jenuh air dengan karakteristik resistivitas yang sesuai. Rekomendasi ini disertai laporan analisis untuk dijadikan acuan kontraktor bor.
Soal biaya survei geolistrik, tarif kami berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi jika lokasi berada di luar jangkauan. Harga ini mencakup seluruh proses, dari pengukuran lapangan, analisis data, hingga laporan rekomendasi titik bor yang bisa langsung digunakan.
Institusi publik seperti rumah sakit, sekolah, atau kantor pemerintahan di Pekanbaru dan sekitarnya semakin banyak yang memilih jalur ini sebelum mengebor, karena hasilnya jauh lebih terukur dibanding menebak lokasi bor secara konvensional. Jika fasilitas Anda juga membutuhkan deteksi sumur bor yang lebih akurat, jangan ragu untuk menghubungi kami.