Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei Kepenghuluan Lenggadai

Laporan Survei · Rokan Hilir · 15 Sep 2026

Ada survei yang hasilnya menggembirakan, ada pula yang justru memberi gambaran jujur tentang keterbatasan geologi suatu wilayah. Survei di Kepenghuluan Lenggadai, Kecamatan Rimba Melintang, Rokan Hilir, Riau termasuk yang kedua. Tim kami tiba di lokasi pada 20 September 2021 dengan koordinat titik ukur di 1.885067, 100.948561, elevasi sekitar 7 mdpl.

Permintaan datang dari pihak kepenghuluan yang ingin mengetahui potensi air tanah di wilayah mereka sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Keputusan yang tepat, karena kondisi geologi di sini ternyata jauh berbeda dari wilayah-wilayah aluvial di Rokan Hilir, Riau yang pernah kami survei sebelumnya.

Batuan Padu Tersier: Tantangan yang Perlu Dipahami Sejak Awal

Berbeda dari banyak titik survei di Rokan Hilir, Riau yang lapisannya didominasi endapan aluvial atau gambut, lokasi Lenggadai ini tersusun dari batuan padu berumur Tersier. Litologi yang dijumpai berupa batulanau gampingan dan napal gampingan, dua jenis batuan yang terbentuk dari proses kompaksi dan litifikasi material halus dalam waktu sangat panjang.

Dari sisi potensi air tanah, kondisi ini cukup berat. Produktivitas akuifer di lokasi ini tergolong langka. Keterusan lapisannya rendah, dan kelulusannya bahkan berada di kisaran rendah hingga sangat rendah. Perkiraan debit yang mungkin diperoleh hanya antara 0,5 hingga 3 liter per detik, dan itu pun tidak tersebar merata di area tersebut.

Dengan karakter geologi seperti ini, harapan menemukan titik air tanah yang produktif di lokasi ini memang sangat terbatas. Survei geolistrik tetap penting dilakukan justru untuk memastikan gambaran tersebut secara ilmiah, bukan sekadar asumsi, sehingga keputusan selanjutnya bisa diambil dengan dasar data yang jelas.

Proses Pengukuran di Lapangan

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, alat deteksi air tanah yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik. Jangkauannya mencapai 100 hingga 300 meter ke bawah permukaan, dengan data yang dipantau langsung melalui koneksi wireless ke tablet. Visualisasi penampang tanah 2D dan 3D tersedia otomatis, memudahkan interpretasi di lapangan. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski kondisi batuan keras seperti di Lenggadai ini memang menuntut kehati-hatian ekstra dalam pembacaan data.

Proses pengukuran berlangsung sesuai prosedur. Data resistivitas yang masuk menunjukkan pola yang konsisten dengan karakter batuan padu, yakni nilai resistivitas yang relatif tinggi dan seragam tanpa banyak variasi yang mengindikasikan zona jenuh air signifikan. Hasilnya memperkuat gambaran awal dari peta geologi regional.

Ilustrasi Geolistrik Air Tanah Rokan Hilir: Survei Kepenghuluan Lenggadai

Kesimpulan Lapangan dan Catatan untuk Warga

Berdasarkan data yang diperoleh, tim menyimpulkan bahwa potensi deteksi sumur bor dengan debit memadai di lokasi ini sangat terbatas. Laporan diserahkan kepada pihak kepenghuluan disertai penjelasan menyeluruh tentang kondisi geologi yang menjadi penyebabnya. Jika pengeboran tetap ingin dicoba, kami merekomendasikan titik yang secara relatif menunjukkan anomali paling prospektif, meski ekspektasi debitnya perlu disesuaikan dengan realita geologi setempat.

Soal biaya, tarif jasa geolistrik air tanah Rokan Hilir, Riau yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Biaya itu mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan laporan rekomendasi secara lengkap.

Bagi warga atau instansi lain di Rokan Hilir, Riau yang ingin memastikan potensi air tanah di lokasi mereka sebelum mengebor, kami siap membantu dengan data yang jujur dan bisa dipertanggungjawabkan. Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.

← Kembali ke daftar artikel