PT KBP Sukabumi: Deteksi Air Tanah Pakai Geolistrik di Akuifer Volkanik
Lahan PT KBP di Sukabumi menjadi lokasi survei geolistrik air tanah yang kami kerjakan pada 30 September 2026. Pihak perusahaan membutuhkan sumber air tanah untuk keperluan operasional, dan memilih untuk melakukan deteksi terlebih dahulu sebelum pengeboran dimulai. Titik pengukuran berada di koordinat -6.941745, 106.892273, elevasi 558 mdpl. Ketinggian lebih dari setengah kilometer di atas permukaan laut ini langsung memberi gambaran bahwa kondisi geologinya akan cukup berbeda dari kawasan dataran rendah Sukabumi di bagian utara.
Di wilayah perbukitan Sukabumi seperti ini, batuan yang menyusun lapisan bawah tanah umumnya jauh lebih tua dan lebih kompak. Tim mengkaji data geologi regional sebelum alat dipasang, dan konfirmasi itu datang cukup jelas dari peta.
Geologi Lokasi: Batuan Volkanik Tersier yang Kompleks
Lapisan bawah tanah di lahan PT KBP tersusun dari batuan volkanik berumur Tersier Oligosen, terdiri dari batuan gunungapi, sedimen gunungapi, dan batugamping. Kombinasi litologi seperti ini terbentuk dari akumulasi material hasil aktivitas gunungapi purba yang sudah mengalami proses konsolidasi dan diagenesis selama puluhan juta tahun. Kehadiran batugamping dalam susunan ini menambah kompleksitas karakter akuifer di lokasi ini.
Produktivitas akuifer di sini tergolong setempat produktif. Keterusan lapisannya rendah hingga sedang, kelulusannya sedang hingga tinggi. Artinya, air bisa bergerak cukup baik di zona tertentu, misalnya di rekahan batuan atau di lapisan yang lebih permeable, tapi zona produktif itu tidak tersebar merata di seluruh area. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 1 hingga 5 liter per detik, tergantung seberapa tepat posisi titik bor terhadap zona rekahan yang ada.
Dengan kondisi seperti ini, survei geolistrik bukan sekadar formalitas sebelum mengebor, tapi betul-betul menentukan apakah uang yang dikeluarkan untuk pengeboran akan menghasilkan sumur yang produktif atau tidak.
Pengukuran Lapangan di Ketinggian Sukabumi
Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Data pengukuran dipantau langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis dari sistem. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di batuan volkanik tua yang pola rekahannya tidak seragam, interpretasi memerlukan ketelitian dan pengalaman lapangan yang cukup.
Medan di lokasi PT KBP cukup menantang untuk pemasangan elektroda, tapi proses pengukuran bisa diselesaikan dengan baik. Data yang masuk menunjukkan variasi nilai resistivitas yang mencerminkan heterogenitas batuan volkanik di bawah permukaan, dan tim bisa mengidentifikasi zona yang menunjukkan anomali paling prospektif untuk dijadikan titik bor.

Rekomendasi Titik Bor dan Informasi Biaya
Berdasarkan analisis data, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan karakteristik resistivitas yang paling sesuai dengan indikasi rekahan atau lapisan jenuh air di batuan volkanik setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak PT KBP sebagai panduan sebelum pengeboran dilaksanakan, disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis sesuai kondisi geologi yang ada.
Untuk referensi, biaya survei geolistrik air tanah di Sukabumi yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Tarif itu sudah mencakup pengukuran lapangan, analisis data, dan penyerahan laporan rekomendasi titik bor.
Perusahaan, perkebunan, atau pemilik lahan di Sukabumi, terutama di kawasan perbukitan dengan batuan volkanik tua seperti ini, sangat disarankan melakukan deteksi sumur bor lewat geolistrik sebelum mengebor. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.