Bengkalis: Survei Geolistrik Air Tanah Desa Simpang Ayam

Laporan Survei · Bengkalis · 16 Sep 2026

Desa Simpang Ayam di Kecamatan Bengkalis masuk dalam daftar lokasi survei kami sebagai respons dari permintaan warga yang ingin memastikan potensi air tanah di wilayah mereka sebelum pengeboran dilakukan. Lokasi ini berada di koordinat 1.576437, 102.039806, dengan elevasi hanya 11 mdpl. Dataran rendah seperti ini di Bengkalis memang punya karakteristik geologi yang cukup khas dan perlu dibaca dengan cermat sebelum menentukan titik bor.

Sebelum alat dipasang, tim terlebih dahulu menelaah kondisi geologi area ini. Pemahaman awal tentang susunan lapisan bawah tanah sangat membantu dalam menentukan konfigurasi pengukuran yang paling efektif untuk lokasi seperti Desa Simpang Ayam.

Ilustrasi Bengkalis: Survei Geolistrik Air Tanah Desa Simpang Ayam

Potensi dan Tantangan Akuifer Gambut Bengkalis

Lapisan bawah tanah di lokasi ini tersusun dari endapan aluvial Kuarter, dengan campuran kerakal, kerikil, pasir, lempung, dan gambut. Susunan seperti ini adalah hal yang sangat umum di wilayah Bengkalis, terutama di kawasan yang secara topografi berada di dataran rendah dekat pesisir.

Akuifer di Desa Simpang Ayam tergolong produktif sedang. Kelulusannya tinggi, tapi keterusan lapisannya rendah. Artinya, pergerakan air di antara partikel tanah sebenarnya bisa cukup bebas, namun kapasitas lapisan untuk mentransmisikan air dalam volume besar secara horizontal lebih terbatas. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat berkisar antara 1 hingga 5 liter per detik, cukup untuk kebutuhan rumah tangga atau komunal skala desa.

Gambut yang menyisip dalam litologi selalu menjadi perhatian tersendiri dalam interpretasi data resistivitas. Tim kami yang sudah terbiasa menangani kondisi gambut di berbagai lokasi Bengkalis dan sekitarnya sudah memiliki pendekatan yang cukup teruji untuk membedakan zona gambut dari lapisan jenuh air yang sesungguhnya.

Pengukuran dengan ADMT 300HT2

Pengukuran lapangan dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, yang menggabungkan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dalam satu sistem terpadu. Alat ini mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga kedalaman 100 sampai 300 meter, dengan data yang bisa dipantau secara langsung melalui koneksi wireless ke tablet di lapangan. Visualisasi penampang tanah 2D dan 3D tersedia otomatis, memudahkan tim dalam membaca pola sebaran lapisan secara real-time. Produsen mengklaim akurasi deteksinya mencapai 95%, meski di lapangan kondisi aktual geologi selalu menjadi penentu akhir kualitas interpretasi.

Proses pengukuran di Desa Simpang Ayam berjalan baik. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang cukup bisa dibedakan antara zona gambut dan lapisan yang lebih prospektif sebagai sumber air tanah. Dari hasil pembacaan itu, tim bisa menentukan zona mana yang paling layak untuk dijadikan titik pengeboran.

Rekomendasi dan Catatan Biaya Geolistrik

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona yang menunjukkan karakteristik resistivitas paling sesuai dengan lapisan jenuh air di endapan aluvial setempat. Laporan teknis diserahkan kepada pihak pemohon sebagai panduan sebelum pengeboran dimulai.

Untuk informasi, tarif jasa geolistrik air tanah Bengkalis yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Biaya itu sudah mencakup seluruh proses, dari pengukuran lapangan, analisis data, hingga penyerahan laporan rekomendasi titik bor.

Warga, komunitas desa, atau pemilik usaha di Bengkalis yang ingin memiliki sumber air mandiri sangat disarankan untuk melakukan deteksi sumur bor lewat geolistrik sebelum mengebor. Hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei di lokasi Anda.

← Kembali ke daftar artikel