Brebes: Survei Geolistrik GB 17 Batuan Padu

Laporan Survei · Brebes

Pada 30 Oktober 2026, tim kami turun ke lokasi GB 17 milik PT EKA TIMUR RAYA JATENG di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Tujuannya satu: memastikan apakah titik yang direncanakan klien layak dibor, mengingat kondisi geologinya tergolong menantang untuk urusan air tanah.

Lokasi berada di koordinat 7°17'27,6"S 109°02'07,7"E dengan elevasi sekitar 328 mdpl. Begitu melihat data geologi awal, kami sudah memperkirakan bahwa pekerjaan ini tidak akan sesederhana mencari sumur di dataran aluvial.

Brebes: Survei Geolistrik GB 17 Batuan Padu

Kondisi Geologi di Titik GB 17 Brebes

Litologi di area ini didominasi batuan padu berumur Kuarter (Q). Dari sisi hidrogeologi, akuifernya masuk kategori produktif kecil, setempat berarti. Keterusan dan kelulusannya sama-sama rendah, artinya air tidak mudah bergerak dan tersimpan di dalam batuan.

Dengan karakter seperti itu, perkiraan debit di lokasi berada di kisaran 0,5 sampai 3 liter/detik. Angka ini bukan jaminan, melainkan gambaran awal dari peta hidrogeologi. Pada batuan padu, air biasanya hanya terkumpul di zona tertentu, misalnya pada bagian yang retak atau lapuk, sehingga posisi titik bor jadi sangat menentukan.

Di sinilah peran deteksi air tanah sebelum pengeboran terasa penting. Salah memilih titik di batuan padu bisa berujung sumur kering atau debit yang jauh di bawah harapan, padahal biaya bor sudah keluar.

Ilustrasi Brebes: Survei Geolistrik GB 17 Batuan Padu

Proses Survei dengan ADMT 300HT2

Untuk pekerjaan ini kami memakai ADMT 300HT2. Alat ini menggabungkan elektroda dengan sensor elektromagnetik, dan mampu mendeteksi hingga kedalaman 100 sampai 300 meter. Produsennya mengklaim akurasi hingga 95%, meski tentu saja hasil di lapangan tetap perlu ditafsirkan dengan hati-hati, apalagi di batuan yang kompleks.

Yang cukup membantu di lapangan adalah konektivitas wireless ke tablet. Data langsung tampil dalam visualisasi 2D/3D otomatis, jadi kami bisa berdiskusi dengan perwakilan klien di lokasi tanpa menunggu pengolahan berhari-hari.

Pengukuran difokuskan untuk mencari zona yang menunjukkan indikasi lebih jenuh air dibanding batuan di sekitarnya. Pada batuan padu, perbedaan ini sering halus, sehingga pembacaan penampang perlu dilakukan pelan-pelan dan tidak terburu-buru menyimpulkan.

Apa Artinya bagi Rencana Pengeboran

Kesimpulan terpenting dari survei geolistrik air tanah di GB 17 ini adalah soal ekspektasi. Klien perlu memahami sejak awal bahwa lokasi ini bukan wilayah dengan akuifer melimpah. Target yang realistis adalah mendapatkan titik air tanah terbaik di antara opsi yang ada, dengan debit yang sesuai kisaran perkiraan tadi.

Karena itu, rekomendasi kami lebih menekankan pada pemilihan titik bor yang paling menjanjikan berdasarkan penampang hasil pengukuran, ditambah saran agar kebutuhan air harian perusahaan dihitung ulang terhadap potensi debit yang kecil. Kalau kebutuhannya besar, opsi beberapa sumur atau sumber air tambahan patut dipertimbangkan.

Bagi pemilik lahan atau perusahaan yang ingin cari sumber air di wilayah sejenis, langkah ini jauh lebih hemat dibanding langsung mengebor. Biaya survei geolistrik yang kami terapkan berkisar 3 juta hingga 5 juta per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Nilainya relatif kecil jika dibandingkan risiko kehilangan dana pengeboran di titik yang salah.

Pengalaman di Desa Taraban ini kembali mengingatkan bahwa deteksi sumur bor di batuan padu butuh kesabaran dan pembacaan data yang cermat. Bila Anda sedang merencanakan sumur di Brebes atau sekitarnya, silakan hubungi tim kami untuk diskusi awal sebelum memutuskan titik bor.

← Kembali ke daftar artikel